Narita Shibori dan Perjalanannya Menjadi UMKM Inklusif

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Bantu NTT Pulih. Gempa M 7,7 menyisakan luka mendalam bagi saudara kita di NTT. Mari rapatkan barisan dan salurkan bantuan terbaik Anda melalui tautan berikut:
+ Donasi

Kolaborasi apik antara Narita Shibori dan anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung saat tampil di panggung Indonesia Batik & Craft Festival 2025. Melalui dukungan program UMK Academy Pertamina, (FOTO : Dok. Istimewa)

Kolaborasi apik antara Narita Shibori dan anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung saat tampil di panggung Indonesia Batik & Craft Festival 2025. Melalui dukungan program UMK Academy Pertamina, (FOTO : Dok. Istimewa)

JAKARTA, 7 Agustus 2026 – Di balik setiap produk UMKM yang berhasil menembus pasar, terdapat perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Banyak pelaku usaha mampu menciptakan produk yang diminati, namun menghadapi tantangan ketika harus meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas, memperoleh pembiayaan, hingga membuka akses ke pasar yang lebih luas. Tanpa pendampingan yang tepat, tidak sedikit usaha dengan potensi besar yang sulit berkembang.

Perjalanan tersebut pernah dirasakan Anarita, pendiri Narita Shibori, UMKM fesyen asal Bandung yang mengembangkan teknik pewarnaan kain shibori menjadi berbagai produk bernilai tambah. Berawal dari usaha skala rumahan, Anarita harus berjuang mengembangkan usahanya di tengah keterbatasan modal dan peluang promosi.

Titik balik datang ketika Narita Shibori bergabung sebagai UMKM binaan PT Pertamina (Persero) pada 2019. Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Pertamina memberikan dukungan pembiayaan, peningkatan kapasitas melalui UMK Academy, serta membuka akses promosi melalui berbagai pameran di dalam maupun luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendapat modal kerja untuk produksi, bantuan pemasaran skala nasional hingga internasional, serta pelatihan melalui Pertamina Academy,” ujar Anarita.

Pendampingan tersebut menjadi fondasi bagi pertumbuhan usahanya. Dalam beberapa tahun terakhir, omzet Narita Shibori meningkat hampir tiga kali lipat. Produknya kini hadir di berbagai pameran nasional, seperti Inacraft, SMEXPO, Kriya Nusa, dan Tunjukkan Indonesiamu, hingga mendapat kesempatan mengikuti DMI Utrecht di Belanda pada 2024 sebagai bagian dari upaya memperluas akses ke pasar internasional.

Namun, bagi Anarita, keberhasilan usahanya tidak hanya diukur dari pertumbuhan omzet atau semakin luasnya pasar. Ia percaya usaha yang berkembang juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Keyakinan itu diwujudkan melalui kolaborasi bersama Rumah Hasanah, yang selama tiga tahun terakhir melibatkan 12 penyandang disabilitas dalam proses produksi. Hasil karya mereka dipadukan menjadi berbagai produk fesyen, tote bag, dan tengah dikembangkan menjadi produk home decor. Saat ini sekitar 10 persen produksi Narita Shibori berasal dari kolaborasi tersebut.

“Kami sudah tiga tahun berkolaborasi dengan Rumah Hasanah. Karya mereka kami padupadankan menjadi produk fashion, tote bag, dan ke depannya home decor. Karena karya mereka memang layak dihargai,” katanya.

Bagi Anarita, pemberdayaan tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari membangun ekosistem usaha yang memberi ruang bagi lebih banyak orang untuk berkarya, memperoleh penghasilan, dan tumbuh bersama.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penguatan kapasitas pelaku usaha.

“Pertamina meyakini UMKM merupakan penggerak utama ekonomi nasional. Karena itu, pembinaan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan, pasar, dan jejaring usaha agar UMKM mampu tumbuh lebih kompetitif sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Baron.

Menurut Baron, kisah Narita Shibori menunjukkan bahwa ketika pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk berkembang, dampaknya tidak berhenti pada peningkatan omzet. Pertumbuhan tersebut juga mampu menciptakan ruang ekonomi yang lebih inklusif melalui kolaborasi dengan kelompok rentan, memperluas kesempatan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini sektor UMKM berkontribusi sekitar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih berada di kisaran 15,7 persen, sehingga peningkatan kapasitas, inovasi, dan akses pasar menjadi faktor penting agar semakin banyak produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Program pembinaan UMKM Pertamina sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat kewirausahaan, mendorong pengembangan industri kreatif, serta memperluas kesempatan ekonomi yang inklusif. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).**

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina
KEMNAKER: Perlindungan Hak Buruh adalah Kunci Daya Saing ASEAN di Pasar Global
Pemerintah Siapkan Skema Baru Bansos 2027: Target Hemat Rp1.200 Triliun, Pakai Face Recognition Guna Cegah Judi Online
BREAKING NEWS : Pertamina Patra Niaga Klarifikasi Isu STNK untuk Pembelian BBM Subsidi
Resmi Ditutup: Ledakan 4.000 Pendaftar Pertamina UMK Academy 2026 Buktikan Kesiapan UMK Naik Kelas
Aksi Nyata Gerakkan Ekonomi: Bupati Tanjab Barat Borong dan Bagikan Produk UMKM di Kuala Tungkal
Bupati Anwar Sadat Dorong Pengelolaan Sampah Modern Bernilai Ekonomi di TPA Lubuk Terentang
Bupati Tanjab Barat Siap Fasilitasi HKI dan Pemasaran Ecoprint Kuala Dasal
Berita ini 29 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:12 WIB

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

KEMNAKER: Perlindungan Hak Buruh adalah Kunci Daya Saing ASEAN di Pasar Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:19 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Baru Bansos 2027: Target Hemat Rp1.200 Triliun, Pakai Face Recognition Guna Cegah Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 19:36 WIB

BREAKING NEWS : Pertamina Patra Niaga Klarifikasi Isu STNK untuk Pembelian BBM Subsidi

Selasa, 1 September 2026 - 19:11 WIB

Resmi Ditutup: Ledakan 4.000 Pendaftar Pertamina UMK Academy 2026 Buktikan Kesiapan UMK Naik Kelas

Berita Terbaru

Poster by lintastungkal

Olahraga

Mardan Terpilih Pimpin IBCA MMA Tanjab Barat

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:25 WIB