KUALA TUNGKAL – Suasana haru menyelimuti tepian Sungai Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Pada Minggu, 11 Januari 2026, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan satu dari dua korban yang dilaporkan tenggelam saat menyeberangi sungai setelah pulang bekerja.
Korban pertama ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim penyelamat setelah upaya penyisiran intensif dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Meski satu korban telah dievakuasi, fokus pencarian kini beralih sepenuhnya kepada satu korban lainnya yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Kronologi Singkat dan Kendala di Lapangan
Insiden memilukan ini bermula ketika sebuah perahu yang membawa para pekerja terbalik di aliran Sungai Pengabuan. Arus sungai yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan. Menggunakan armada rubber boat dan peralatan penyelamatan air, petugas menyisir area hingga radius beberapa kilometer dari titik awal hilangnya korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula saat kedua korban, Ardan Maulana (23) dan Sandi (27), pulang bekerja dari Pabrik Kicun pada Jumat malam (9/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
“Keduanya berangkat menggunakan perahu menuju kediaman mereka di RT 15 Tungkal Harapan melalui jalur Sungai Pengabuan. Namun, hingga Minggu pagi, kedua korban tidak kunjung sampai di rumah. Pihak keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada Unit Siaga SAR Tungkal pada pukul 08.00 WIB,” ungkap Adah.
Mohon Dukungan Do’a dari Masyarakat
Pihak keluarga dan warga sekitar terus memantau proses pencarian dari pinggir sungai dengan penuh harap.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar satu korban lagi dapat segera ditemukan,” ungkap salah satu warga di lokasi.
Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas Jambi, TNI, Polri, dan relawan setempat, berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga batas waktu yang ditentukan. Kecepatan dan ketelitian menjadi kunci dalam operasi yang menantang ini, terutama di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi di awal tahun 2026 ini.
Penulis : Angah
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Humas SAR Jambi






