indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Kebakaran di Kampung Nelayan 4 Rumah Ludes 2 Rusak Berat BREAKING NEWS : Musibah Kebakaran Landa Parit 4 Kampung Nelayan Tanjab Barat Kapenrem 042 Gapu Ikuti Workshop Menulis Penerangan TNI AD 2022 Kondisi Listrik Tanjab Barat Byarpet, Massa Unjuk Rasa ke Kantor PLN Tungkal Pisah Sambut Bupati dan Pj Bupati Muaro Jambi

Home / Tanjab Barat

Minggu, 5 September 2021 - 01:09 WIB

PTM Mulai Digelar, Materai 10.000 di Tanjabbar Ikut Laris Manis

Ilustrasi Surat Penyataan Bermaterai 6000, [Materai 6000 Masih Berlaku Hingga Desember 2021]

Ilustrasi Surat Penyataan Bermaterai 6000, [Materai 6000 Masih Berlaku Hingga Desember 2021]

KUALA TUNGKAL – Bea Materai 10.000 di era pandemi COVID-19, akhir-akir ini cukup menjadi barang yang diburu oleh warga masyarakat di Tanjab Barat.

Sayangnya, diburu dan laris bukan karena banyaknya bisnis dan usaha baru maupun kontrak-kontrak bisnis yang membeludak saat Pandemi COVID-19.

Namun diburu karena kepentingan pembubuhan surat pernyataan kesediaan orang tua untuk putra putrinya mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Di Kabupaten Tanjab Barat, seluruh sekolah mulai tingkatan TK, SD dan SMP sederajat sudah akan mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap Seprember ini.

BACA JUGA :  Mendagri : Nama Tak Boleh Lagi Hanya 1 Kata dan Maksimal 60 Huruf

Pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di masa pandemi COVID-19 sesuai dengan ketentuan PPKM Level 3 daerah itu.

Siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Tanjab Barat diwajibkan mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali.

Pasalnya, Pembelajaran Tatap Muka dianggap berisiko COVID-19, sehingga orang tua wajib menulis surat pernyataan. Orang tua wajib mematuhi protokol kesehatan dan memantau anak-anaknya.

Bentuk persetujuan itu ialah selembar surat bermatarai 10.000 ribu.

BACA JUGA :  Seorang Ibu Warga Desa Senaung Melahirkan Kembar Tiga

Namun pun demikian sejumlah masyarakat menyambut gembira putra putri mereka bisa masuk sekolah belajar secara tatap muka, yang selama ini jenuh hanya mengikuti pelajaran secara daring meskipun masih terbatas.

Sejumlah warga memgaku mereka tidak keberatan membuat pernyataan karena demi kebaikan putra putrinya.

“Alhamdulillah, kita senag jika anak-anak bisa sekolah seperi sedia kala, semoga tidak terjadi apa-apa,” ungkap salah satu warga yang kebetulan usai membeli materai meminta tak disebutkan namanya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

AKBP Guntur : Penanggulangan dan Pengendalian Covid-19 Tak Harus Bermain di Warna Zona

Tanjab Barat

KPU Tanjab Barat Sukses Gealar Simulasi Pemungutan Suara dengan Prokes COVID-19

Tanjab Barat

SMP Negeri 2 Kuala Tungkal Gelar Simulasi Persiapan Sekolah Tatap Muka di Masa Pandami

Tanjab Barat

PLN ULP Kuala Tungkal Antisipasi Padam Listrik Selama Ramdhan

Tanjab Barat

Pemkab Ajukan Dana CSR PetroChina Sebesar 23 Miliyar

Tanjab Barat

Polisi Sita Ribuan Petasan dari Pedagang

Olahraga

Lepas Atlet PABBSI Tanjabbar Ikuti Uji Tanding, Bupati Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Siapkan Sanksi Bagi ASN Nekat Mudik Lebaran