RI dan Pakistan Perkuat Kerja Sama Perdagangan: Rempah Nusantara Siap Dominasi Pasar Karachi

Lintas Tungkal

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Jalur Rempah Baru, Indonesia-Pakistan Perkuat Koneksi Perdagangan Strategis 2026. FOTO : AI

Aliansi Jalur Rempah Baru, Indonesia-Pakistan Perkuat Koneksi Perdagangan Strategis 2026. FOTO : AI

KARACHI, 8 Januari 2026 — Dalam langkah strategis untuk mendominasi pasar komoditas Asia Selatan, Pemerintah Indonesia dan Pakistan resmi menyepakati penguatan kerja sama perdagangan lintas batas. Kesepakatan ini dikukuhkan dalam Forum Perdagangan Indonesia-Pakistan yang digelar di Karachi, pusat finansial Pakistan, guna memangkas hambatan geografis bagi eksportir dan importir kedua negara.

Fokus utama aliansi ini tertuju pada sektor pertanian, khususnya rempah-rempah unggulan. Konsul Jenderal RI di Karachi, Mudzakir, menegaskan bahwa kemitraan ini bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan penyatuan kekuatan budaya dan kuliner yang telah mengakar.

“Indonesia dan Pakistan berbicara dalam bahasa yang sama terkait rempah-rempah. Cengkeh, pala, kayu manis, dan lada adalah elemen inti dari kehidupan sehari-hari dan budaya kita,” ujar Mudzakir dalam forum tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karachi sebagai Hub Internasional
Delegasi Indonesia menyoroti posisi Karachi yang vital sebagai pintu gerbang perdagangan internasional. Sebagai produsen rempah berkualitas tinggi terbesar di dunia, Indonesia memandang Pakistan sebagai mitra kunci dalam rantai pasok global tahun 2026.

Forum tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan kelas dunia, antara lain:

  • Kemitraan Jangka Panjang: Pergeseran dari transaksi spot ke kontrak berkelanjutan.
  • Manajemen Risiko & Standarisasi: Penyelarasan standar kualitas produk sesuai regulasi internasional.
  • Fasilitasi Bisnis: KJRI Karachi akan berperan sebagai mediator profesional dalam mekanisme business matchmaking.

Langkah Lanjut
Sebagai langkah konkret, kesepakatan ini akan segera ditindaklanjuti dengan pengiriman sampel produk dan komunikasi intensif secara one-on-one antarperusahaan. Pertemuan teknis selanjutnya akan membahas detail spesifikasi produk, mekanisme pembayaran, hingga pengaturan logistik perdagangan.

Langkah maju ini diharapkan dapat mengukuhkan posisi rempah Indonesia di pasar Asia Selatan sekaligus meningkatkan volume perdagangan kedua negara di awal tahun 2026 ini.

Pasca-forum, kedua negara akan segera memasuki fase teknis. Agenda mendatang mencakup pengiriman sampel produk serta negosiasi one-on-one antarperusahaan untuk menyepakati spesifikasi teknis, skema pembayaran, dan logistik.

Langkah ini diprediksi akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global sekaligus memastikan ketahanan pangan dan stabilitas harga rempah di kawasan Asia Selatan.**

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Siaran Pers Kemenlu RI

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali Soal Perlindungan Keluarga
Tanjab Barat Kejar PAD, Berapa Kontribusi Sektor Tenaga Kerja Asing?
Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal
Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat
Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional
Ramadhan di Depan Mata! Sekdak ke Pasar, Wabup Tanjab Barat Soroti Kenaikan Harga Ayam dan Cabai
Dari Kampung Baru ke Panggung Dunia: Griya Kain Solo Gebrak INACRAFT 2026, Pertamina Cetak Transaksi UMKM Rp10,4 Miliar
Analisis Dampak: OTT Kemenkeu & Respon Menkeu Purbaya Terhadap Kepercayaan Pasar dan Investor
Berita ini 48 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:13 WIB

8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali Soal Perlindungan Keluarga

Sabtu, 11 April 2026 - 01:14 WIB

Tanjab Barat Kejar PAD, Berapa Kontribusi Sektor Tenaga Kerja Asing?

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal

Senin, 6 April 2026 - 17:03 WIB

Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat

Rabu, 1 April 2026 - 18:57 WIB

Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

Berita Terbaru