LIVE TV
Bupati Tanjabbar, Kapolres dan Dandim Tinjau Pos Penyekatan Larangan Mudik Perbatasan Riau Persit KCK Koorcab Rem 042 Do’a Bersama untuk Awak KRI Nanggala 402 Danrem 042/Gapu bersama Kapolda Dampingi Pj Gubernur Jambi Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021 Prestasi di Tengah Pandemi, Program Studi DKV ITEBA Raih Akreditasi Baik dari BAN-PT Idul Fitri 1442 H Merupakan Lebaran Digital

Home / Tanjab Barat

Rabu, 28 April 2021 - 15:10 WIB

Sejumlah Masyarakat Mulai Mudik Lebih Awal Gunakan Jalur Laut

FOTO : Aktipitas Penumpang dari Batam di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, Kab.
Tanjab Barat.

FOTO : Aktipitas Penumpang dari Batam di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, Kab. Tanjab Barat.

KUALA TUNGKAL – Pemerintah telah membuat kebijakan larangan bagi siapa saja untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.

Pengetatan peniadaan mudik lebaran 1442 hijriah pase pertama sudah belaku sejak 22 April hingga 5 Mei ini. Namun saat ini masih dimanfaatkan oleh sejumlah masyarakat untuk melakukan mudik lebih awal.

Ini terpantau di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, Selasa (27/04/21) sejumlah penumpang dari Batam menggunakan KMP Satria Pratama yang tiba di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal kebanyakan adalah perkeluarga.

BACA JUGA :  Prestasi di Tengah Pandemi, Program Studi DKV ITEBA Raih Akreditasi Baik dari BAN-PT

Rata rata mereka datang dari Pulau Batam dengan tujuan untuk berkumpul dengan keluarga hingga lebaran nanti.

Salah seorang penumpang Fitrian menyebutkan bahwa, dirinya melakukan perjalan dari Batam ingin pulang kekampung halaman dan bertemu dengan keluarga di Pulau Kijang.

Ia menyebutkan bahwa, perjalanan pulangnya ini dipercepat guna menghindari masa pengetatan peniadaan mudik.

“Iya kita ini mau pulang ke Pulau Kijang, mau kumpul sama keluarga pas lebaran. Ini lebih awal kita balik, karena kalau tidak di awal nanti kan tanggal 6 Mei sudah dilarang untuk mudik,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bupati Mutasi Lurah yang Minta THR Idul Fitri ke Pengusaha

Senada juga diungkapkan oleh Melasari, penumpang dari Kapal KMP Satria Pratama dengan tujuan ke Pangkal Duri.

Melasari menyebutkan bahwa tujuan pulang ini dilakukan karena ada anggota keluarga yang sakit.

Ia menuturkan sebetulnya merasa keberatan terkait dengan aturan larangan mudik. Karena menurutnya dengan aturan yang di keluarkan akan menyulitkan untuk bertemu dengan keluarga.

BACA JUGA :  Abdullah Resmi Jabat Ketua DPRD Tanjab Barat

Ia sendiri mengaku akan di Pangkalan Duri sampai dengan selesai lebaran.

“Iya ini kita harus rapid antigen dengan biaya Rp250 ribu. Ya keberatan sebetulnya dengan aturan yang ada, tapi mau gimana lagi. Ini balik karena ada keluarga yang sakit, sekalian juga kumpul keluarga pas lebaran. Balik nanti habis lebaranlah,” pungkasnya.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Kedatangan Penumpang Melalui Jalur Laut di Pelabuhan Roro Meningkat

Tanjab Barat

Satgas Covid-19 Tanjabbar Sosialisasi Perda Prokes dan Masker Keliling

Tanjab Barat

Wabup Hairan Hadiri Rakerda LPTQ Persiapan MTQ Tingkat Provinsi Jambi ke 50

Tanjab Barat

Di Tanjab Barat ASN dan Keluarga Dilarang Mudik Lebaran, Nekat! Siap-Siap Terima Sanksi

Tanjab Barat

Wabup Hadiri Paripurna IV Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019

Tanjab Barat

Kapolres : Desa Mekar Alam Jadi Fokus Pengamanan Saat Pilkada

Advetorial

Kapolda Jambi dan Danrem 042/Gapu Panen Raya Program Kampung Tangguh Nusantara di Desa Sri Agung

Tanjab Barat

Jadi Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat Evaluasi Pejabat Tunjukan Kinerja