Sukses dalam Penguatan SMAP ISO 37001, PetroChina Gelar Training Batch II Menciptakan Perusahaan Berintegritas

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Training ISO 37001 Batch I di BW Luxury Hotel Jambi. Kini PetroChina kembali menggelar Training Batch II, bertempat di Swiss-Belhotel Jambi pada Rabu, 12 Juni 2024. FOTO : Tim Media

Training ISO 37001 Batch I di BW Luxury Hotel Jambi. Kini PetroChina kembali menggelar Training Batch II, bertempat di Swiss-Belhotel Jambi pada Rabu, 12 Juni 2024. FOTO : Tim Media

Disampaikan oleh Field Manager PetroChina International Jabung Ltd., Rudy Hermawan, saat membuka kegiatan, bahwa training ini dilaksanakan sebagai upaya Penguatan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di internal PetroChina. Selain itu kegiatan ini juga sebagai bentuk nyata komitmen PetroChina untuk menciptakan perusahaan yang bersih dan berintegritas.

Rudy Hermawan juga menyebutkan PetroChina saat ini telah tersertifikasi ISO 37001: Anti Bribery Management System (ABMS) atau Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan sistem ini telah diterapkan sejak Desember 2019. Sertifikasi ini telah dievaluasi dan kembali diperpanjang hingga 15 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“SKK Migas-PetroChina sudah menerapkan komitmen ini dalam keseharian menjalankan pekerjaan. Komitmen ini juga harus didukung oleh seluruh karyawan, dimulai dari leader di setiap department yang akan menjadi contoh dan diharapkan bisa menerapkan ke bawahannya, sehingga dapat menciptakan kebiasaan dan budaya kerja yang baik,” ujarnya.

“Dalam hal ini kita fokus pada kepatuhan terhadap SMAP, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan baik, berintegritas dan dapat mengatasi konflik-konflik yang ada,” Rudy Hermawan melanjutkan.

Sebagai narasumber, Recky Hendra Saputra, menjelaskan bahwa terdapat fase yang akan menjadi penekanan dalam training ISO 37001. Yang pertama, terkait dengan development. Yang kedua, berkaitan dengan internalisasi. Bagaimana sistem yang berjalan ini mampu untuk dijalankan segenap personel dengan penekanan pemahaman sehingga semuanya dapat terlibat secara penuh.

Penulis : Tim Media

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades se-Kecamatan Bram Itam Teken MoU dengan Kejari Tanjab Barat
Sekjen ATR/BPN Jelaskan Tiga Transformasi untuk Percepat Layanan Pertanahan kepada Masyarakat
Groundbreaking Hunian Terjangkau, Ketua Satgas Perumahan RI Sampaikan Dukungan Sertipikasi Gratis bagi MBR dari Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Umpan Balik Penilaian Kompetensi, Proses Penentuan Arah Pengembangan Pegawai Kementerian ATR/BPN
MAN Insan Cendekia Jambi Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Kualitas Udara Berbahaya
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf
Berita ini 109 kali dibaca
Ikuti Terus Berita Terkini Terkait Peristiwa, Pilkada 2024, Kriminal, Edukasi dan lainnya dari LintasTungkal.com setiap harinya.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Kades se-Kecamatan Bram Itam Teken MoU dengan Kejari Tanjab Barat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Sekjen ATR/BPN Jelaskan Tiga Transformasi untuk Percepat Layanan Pertanahan kepada Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Groundbreaking Hunian Terjangkau, Ketua Satgas Perumahan RI Sampaikan Dukungan Sertipikasi Gratis bagi MBR dari Kementerian ATR/BPN

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Umpan Balik Penilaian Kompetensi, Proses Penentuan Arah Pengembangan Pegawai Kementerian ATR/BPN

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:09 WIB

MAN Insan Cendekia Jambi Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Kualitas Udara Berbahaya

Berita Terbaru