Wacana Pilkada via DPRD Menguat, Asri Tadda Dorong Evaluasi Sistem Parpol Nasional

Lintas Tungkal

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda. FOTO : Dok Pribadi

Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda. FOTO : Dok Pribadi

MAKASSAR — Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali menguat belakangan ini seiring dukungan mayoritas partai politik dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Opsi ini dinilai tidak lagi sebatas diskursus akademik, melainkan berpotensi menjadi kebijakan politik nasional.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menilai polemik Pilkada langsung versus tidak langsung seharusnya tidak disederhanakan sebagai soal maju atau mundurnya demokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, problem utama justru terletak pada kualitas lembaga perwakilan yang diberi kewenangan memilih kepala daerah.

“Dalam kerangka demokrasi perwakilan, legitimasi politik tidak selalu harus lahir dari pemungutan suara langsung. Banyak negara demokrasi mapan justru menggunakan mekanisme tidak langsung untuk menjaga stabilitas pemerintahan,” ujar Asri dalam keterangannya, Senin (05/01/26).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi DPRD saat ini belum sepenuhnya ideal jika diberi mandat memilih kepala daerah. Ketergantungan struktural anggota DPRD terhadap elite partai politik nasional dinilai menjadi persoalan serius.

“Rekrutmen caleg, penentuan nomor urut, hingga kelanjutan karier politik legislator sangat ditentukan oleh pimpinan pusat partai. Dalam situasi seperti ini, sulit berharap DPRD benar-benar independen,” tegasnya.

Menurut Asri, jika Pilkada diserahkan kepada DPRD tanpa reformasi mendasar, maka mekanisme tersebut berisiko hanya memindahkan praktik transaksi politik dari ruang publik ke ruang elite atau oligarki partai.

Dampaknya, kepala daerah yang terpilih berpotensi mengalami defisit legitimasi sosial dan dipersepsikan sebagai “titipan pusat”.

Sebagai solusi, Direktur The Sawerigading Institute itu mendorong dibukanya kembali diskursus serius mengenai sistem partai politik lokal.

Ia menilai keberadaan parpol lokal dapat menjadi instrumen untuk membebaskan politik daerah dari kendali sentralistik partai nasional.

“Parpol lokal memungkinkan kaderisasi yang lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan masyarakat daerah. Dengan begitu, DPRD dapat berfungsi sebagai lembaga deliberatif yang benar-benar mewakili kepentingan lokal,” jelasnya.

Ia mencontohkan keberadaan partai politik lokal di Aceh sebagai preseden konstitusional yang tidak bertentangan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Justru, menurutnya, model tersebut memperkaya praktik demokrasi dengan mengakomodasi kekhasan daerah.

Meski demikian, Asri tidak menutup mata terhadap potensi risiko seperti oligarki lokal, politik kekerabatan, dan feodalisme daerah.

Namun ia menegaskan risiko tersebut harus dijawab melalui regulasi ketat, transparansi pendanaan, demokrasi internal partai, serta pengawasan publik yang kuat.

“Tanpa reformasi struktural, Indonesia akan terus terjebak dalam paradoks otonomi daerah—kewenangan administratif diserahkan ke daerah, tetapi kedaulatan politik tetap dikendalikan dari pusat,” pungkasnya.

Asri Tadda dikenal sebagai salah satu tokoh muda Sulawesi Selatan yang aktif dalam berbagai diskursus sosial-politik nasional.

Saat ini Asri adalah Ketua Formatur Partai Gerakan Rakyat Sulsel dan kerap menyuarakan gagasan pembaruan sistem politik kebangsaan, khususnya dalam konteks demokrasi dan otonomi daerah. (*)

Apa Penadapat Anda Terkait Berita Ini?

Penulis : Asri Tada

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Daerah Dominasi Jadi Ketua DPD PAN Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi
Ribuan Warga Banjiri Kantor Golkar Jambi Ikuti Doa dan Zikir Puncak HUT ke-61
Kader AMPG Jambi Raih Peserta Terbaik di Diklat Nasional Gelombang II
Cek Endra kembali Jadi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi
Kantongi 15 Suara Dukungan, Cek Endra Kian Kuat Menuju Kursi Ketua Golkar Jambi
DPP PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Anggota DPR
Ketum BM PAM, Keluarkan 12 Nama Rekomendasi Calon Penganti, Ada Nama Ketua DPRD Jambi Muhammad Hafiz
Partai Golkar Jambi Berkurban, Daging Dibagikan kepada Masyarakat 
Berita ini 15 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 00:30 WIB

Wacana Pilkada via DPRD Menguat, Asri Tadda Dorong Evaluasi Sistem Parpol Nasional

Sabtu, 15 November 2025 - 18:29 WIB

Kepala Daerah Dominasi Jadi Ketua DPD PAN Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi

Senin, 20 Oktober 2025 - 19:01 WIB

Ribuan Warga Banjiri Kantor Golkar Jambi Ikuti Doa dan Zikir Puncak HUT ke-61

Senin, 6 Oktober 2025 - 18:03 WIB

Kader AMPG Jambi Raih Peserta Terbaik di Diklat Nasional Gelombang II

Minggu, 7 September 2025 - 18:13 WIB

Cek Endra kembali Jadi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi

Berita Terbaru