TUAL – Langkah strategis diambil oleh Tim KKN-PPM Tualang Tual Periode II tahun 2026 untuk mendorong desa-desa di wilayah frontier agar siap bersaing dalam ajang bergengsi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Melalui program kerja terintegrasi yang berpusat di Desa Dullah, Ngadi, dan Labetawi, Kota Tual, tim KKN menginisiasi percepatan digitalisasi pariwisata.
Koordinator Mahasiswa Unit KKN Tualang Tual, Naafi, menegaskan bahwa kolaborasi erat dengan warga setempat menjadi kunci utama kesuksesan target tersebut. Saat ini, tim KKN bersama masyarakat tengah merintis persiapan matang jelang penerjunan. Ia memaparkan bahwa seluruh program kerja unggulan yang dirancang tahun ini berfokus langsung pada optimalisasi potensi daerah. Salah satu langkah strategisnya ialah pemanfaatan platform digital untuk mempromosikan pariwisata lokal.
“Kami bersama masyarakat tengah bersiap mengoptimalkan berbagai potensi pariwisata daerah melalui pemanfaatan teknologi, dengan target membawa desa ini meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI),” jelasnya (3/6/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain aspek digitalisasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan juga menjadi fokus utama. Naafi menyebutkan bahwa kelembagaan pemandu wisata (tour guide) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah dibentuk pada periode sebelumnya akan diperkuat secara struktural dan kualitas pelayanan. Menurutnya, langkah ini diambil sebagai upaya nyata menjadikan Kota Tual jauh lebih siap dalam menyambut kunjungan wisatawan.
“Pada tahun ini, kami akan memperkuat kelembagaan dari adanya tour guide dan Pokdarwis supaya mendukung pariwisata daerah,” tuturnya.
Melanjutkan Fondasi dan Mematangkan Program Pariwisata Berbasis Digital
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. M. Yusuf, M.A., mengungkapkan bahwa penerjunan kedua yang dijadwalkan pada 20 Mei–8 Agustus 2026 di ketiga desa ini dirancang jauh lebih matang berdasarkan evaluasi periode pertama. Jika tahun lalu banyak program baru disesuaikan saat observasi minggu awal di lapangan, tahun ini tim datang dengan catatan dan perencanaan lebih siap.
“Jika tahun lalu, kami membangun pondasinya, tahun ini, kami membangun temboknya, kusennya atau bahkan atapnya,” jelasnya (3/6).
Yusuf menambahkan bahwa fokus pengerjaan fisik dan sistem pariwisata tahun ini sengaja dibatasi agar dampaknya maksimal dan terarah.
“Tahun ini kami membenahi fondasi sekaligus mulai membangun tembok pembatasnya. Batasan yang kami maksud adalah memfokuskan pada pengembangan pariwisata di Kota Tual pada aspek digitalisasi,” jelasnya.
Rumuskan Program Multidisiplin Berbasis Teknologi Tepat Guna
Demi mewujudkan kerja yang lebih efektif dan berorientasi pada hasil, Yusuf mendorong para mahasiswa untuk merumuskan program kerja besar berbasis multidisiplin. Menurutnya, program kerja yang besar dan digarap serius secara bersama lebih berdampak, ketimbang program kecil yang dikerjakan secara individu.
“Kami susun program besar yang menggunakan berbagai pendekatan demi menunjang pengembangan pariwisata di Kota Tual,” katanya.
Koordinator Mahasiswa Unit KKN Tualang Tual, Naafi, memaparkan bahwa seluruh program kerja unggulan yang dirancang tahun ini berfokus langsung pada optimalisasi potensi daerah. Salah satu langkah strategisnya ialah pemanfaatan platform digital untuk mempromosikan pariwisata lokal.
“Kami memiliki beberapa program kerja unggulan terutama dalam mendukung tema KKN tahun ini. Salah satunya ialah pemanfaatan platform digital untuk menyebarluaskan potensi wisata lokal agar Kota Tual lebih dapat dikenal di masyarakat luar,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Warga Lokal Menuju Target ADWI
Di sisi lain, sektor kebudayaan lokal turut diintegrasikan sebagai magnet utama penunjang daya tarik wisata global. Tim KKN-PPM Tualang Tual berupaya membingkai adat dan tradisi masyarakat Kei sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi.
“Saat ini, budaya menjadi salah satu daya tarik turis lokal dan mancanegara untuk mengunjungi tempat-tempat yang ada di berbagai daerah. Kami membingkai budaya tersebut sebagai warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan. Hal tersebut akan menjadi ikon atau ciri khas yang akan berkesan bagi wisatawan yang datang ke Tual,” pungkasnya.**
Penulis : Aldi Firmansyah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Tim KKN-PPM Tualang Tual UGM












Komentar