KUALA TUNGKAL – Suara raungan mesin perahu pompong saling bersahutan, memecah ketenangan kawasan Waterfront City (WFC) Kuala Tungkal, Sabtu (22/8). Puluhan perahu tradisional melaju dalam kecepatan tinggi, membelah ombak Sungai Pengabuan demi memperebutkan gelar juara dalam ajang Presisi Merdeka Balap Pompong 2026.
Atmosfer ketegangan dan antusiasme luar biasa menyelimuti arena balap. Event bergengsi ini digelar oleh Polres Tanjung Jabung Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat dalam rangka merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Persaingan Sengit di Atas Air
Ajang adu kecepatan di jalur perairan ini menyajikan tontonan yang memacu adrenalin. Sebanyak 72 pembalap lokal dari berbagai wilayah di Tanjab Barat turun ke gelanggang. Mereka saling beradu strategi, menguji ketangkasan mengemudi, dan memaksimalkan performa mesin pompong di atas rute yang menantang. ribuan pasang mata penonton yang memadati jembatan titian Orang Kayo Mustiko Rajo Alam (WFC) bersorak riuh setiap kali perahu-perahu tersebut saling susul-menyusul dengan jarak yang sangat rapat.
Lebih dari Sekadar Balapan
Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP M. Kuswicaksono, menegaskan bahwa esensi dari kompetisi ini jauh lebih besar daripada sekadar urusan menang dan kalah.
“Lomba pompong ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan wujud pelestarian budaya, semangat kebersamaan, dan sportivitas masyarakat Kuala Tungkal. Melalui kegiatan ini, kita juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai sungai sebagai sumber kehidupan,” ujar AKBP M. Kuswicaksono di tengah riuhnya suasana kompetisi.
Mengingat tensi balapan yang tinggi dan mengundang massa dalam jumlah besar, Kapolres juga memberikan instruksi tegas terkait aspek keamanan. Seluruh peserta dan penonton diwajibkan mematuhi standar keselamatan ekstrem demi mencegah terjadinya insiden di perairan.
Mengangkat Harkat Tradisi Pesisir
Apresiasi tinggi datang dari Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. Ia menyatakan bahwa balap pompong adalah simbol ketangguhan masyarakat pesisir yang hidupnya tidak pernah lepas dari urat nadi perairan.
Menurut Bupati, momentum ini sangat krusial untuk membakar kembali semangat gotong royong, menggali potensi generasi muda di bidang bahari, sekaligus menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman. Ajang ini membuktikan bahwa transportasi tradisional penyeberangan sungai mampu bertransformasi menjadi olahraga prestasi yang sarat akan nilai prestise dan budaya.*
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal













Komentar