CILACAP, 27 Oktober 2026 — PT Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan bank sampah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Program pengumpulan minyak jelantah oleh sejumlah bank sampah binaan Pertamina Patra Niaga mendapat apresiasi dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat mengunjungi Kilang Pertamina Patra Niaga Cilacap, Senin (26/10/2026).
Gibran mengapresiasi keterlibatan kaum ibu dan komunitas masyarakat dalam mengelola minyak jelantah. Menurutnya, kegiatan sederhana dari rumah tangga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung inovasi energi nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas di Cilacap yang telah berkontribusi dalam pengelolaan minyak jelantah. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang dimulai dari rumah bisa terhubung dengan inovasi energi nasional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Minyak jelantah yang terkumpul tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Ketua Bank Sampah Cahaya Asri, Rumdani Prapti Sumiwi, mengatakan pembinaan Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat semakin aktif mengumpulkan minyak jelantah. Bank sampah yang berlokasi di Kelurahan Tegal Kamulyan tersebut mampu mengumpulkan sekitar 50–60 kilogram minyak jelantah setiap bulan. Warga dapat menukarkannya dengan uang maupun kebutuhan pangan, seperti telur.
Manfaat serupa dirasakan Bank Sampah Abhipraya di Kelurahan Kutawaru. Ketua Bank Sampah Abhipraya, Herry Yanto, menjelaskan bahwa kelompoknya telah melakukan pemilahan sampah sejak 2019 sebelum mengembangkan pengumpulan minyak jelantah melalui program pembinaan Pertamina Patra Niaga.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Beo Asri, Sri Widowati, menyebut kelompoknya telah mengelola sampah rumah tangga sejak 2012 dan mulai mengumpulkan minyak jelantah pada 2023. Selain memperoleh pembinaan dan bantuan sarana prasarana, kelompok tersebut juga mengolah sampah plastik serta memanfaatkan sisa palet menjadi produk seperti kursi, meja, dan rak.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa pengelolaan minyak jelantah membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, pendampingan berkelanjutan, serta akses penyaluran yang memadai.
“Pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta terbukanya akses penyaluran hasil pengumpulan. Melalui kolaborasi tersebut, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna yang lebih besar,” pungkas Kitty.
Naskah ini lebih padat dengan tetap mempertahankan fakta utama, data pengumpulan minyak jelantah, profil tiga bank sampah, serta kutipan narasumber dari rilis asli.
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga













Komentar