KARACHI (12 Januari 2026) – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi melaporkan langkah baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, didampingi Konsul Jenderal RI Karachi, Mudzakir, menerima kunjungan resmi Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Izzana Salleh, pada Senin (12/1).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor KJRI Karachi ini bertujuan menyelaraskan visi antara pemerintah dan organisasi produsen sawit global untuk mengamankan pasar Indonesia di Pakistan. Momen ini bertepatan dengan penyelenggaraan Pakistan Edible Oil Conference (PEOC), forum industri minyak nabati paling bergengsi di kawasan tersebut.
Pakistan sebagai Mitra Strategis
Dubes Chandra W. Sukotjo menegaskan bahwa Pakistan bukan sekadar pasar ekspor, melainkan mitra dagang strategis yang memiliki ketergantungan positif terhadap minyak nabati Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sinergi antara CPOPC dan Perwakilan RI adalah kunci untuk menghadapi tantangan global, termasuk narasi negatif terhadap industri sawit. Kita harus memastikan mitra internasional mendapatkan informasi yang seimbang, berbasis data, dan transparan mengenai komitmen keberlanjutan Indonesia,” ujar Dubes Chandra.
Jembatan bagi Pelaku Industri
Senada dengan Dubes RI, Konjen RI Karachi, Mudzakir, menyatakan kesiapan penuh KJRI untuk menjadi jembatan bagi para pelaku usaha. KJRI berkomitmen memfasilitasi dialog dengan pemerintah Pakistan, asosiasi industri, dan importir utama guna menjaga posisi Indonesia sebagai pemasok utama minyak goreng dan produk turunannya.
Sementara itu, Sekjen CPOPC, Izzana Salleh, mengapresiasi dukungan aktif dari perwakilan diplomatik Indonesia. Kehadiran CPOPC di ajang PEOC bertujuan memperkuat advokasi sawit berkelanjutan (sustainable palm oil) dan membuka peluang kerja sama teknis yang lebih luas antara negara produsen dan konsumen.
Dampak bagi Ekonomi Nasional
Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peta jalan baru untuk promosi yang lebih agresif di Pakistan. Mengingat tingginya konsumsi domestik Pakistan terhadap minyak sawit, penguatan hubungan ini diproyeksikan akan berdampak signifikan pada:
- Peningkatan neraca perdagangan Indonesia.
- Peningkatan kesejahteraan jutaan petani sawit di tanah air.
- Penguatan citra Indonesia sebagai produsen sawit yang menerapkan standar lingkungan ketat.
Melalui sinergi ini, Indonesia konsisten membawa misi sebagai mitra penyedia minyak sawit yang berkelanjutan demi masa depan global.**
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Siaran Pers Kemenlu RI






