KUALA TUNGKAL – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, memberikan peringatan keras kepada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) dan diambil sumpah jabatannya di Balai Pertemuan, Senin (14/04/2026).
Katamso menegaskan bahwa masa perayaan atas status baru sebagai PNS harus segera diakhiri dan diganti dengan kerja nyata.
“Euforia setelah resmi menjadi PNS harus segera diakhiri. Tantangan nyata ada di depan mata,” tegas Katamso di hadapan 192 CPNS formasi 2024 dan 6 lulusan STTD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Urgensi Kenaikan IPM
Katamso mematok target ambisius: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanjung Jabung Barat harus melompat dari angka 73 ke 75 untuk masuk kategori ‘Sangat Tinggi’. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam mendongkrak kualitas hidup masyarakat sekaligus daya saing ekonomi daerah.
“Target strategis kita adalah menaikkan IPM dari angka 73 ke 75 guna mencapai kategori ‘Sangat Tinggi’. Ini adalah mandat krusial yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” tegas Katamso.
Birokrasi Tanpa Kertas
Terkait profesionalisme, Wabup menuntut adaptasi total terhadap teknologi. Ia menyatakan sistem kerja manual kini sudah usang dan tidak lagi relevan.
“Ke depan, birokrasi sepenuhnya berbasis digital atau paperless. Ini bukan pilihan, melainkan keharusan,” tegasnya. ASN yang gagap teknologi dianggap akan menghambat akselerasi pembangunan daerah.
Adab di Atas Inovasi
Meski mendorong inovasi, Katamso memperingatkan bahwa kecerdasan tanpa adab hanya akan menghancurkan karier. Ia mengingatkan para ASN muda agar menjaga etika sebagai wajah masa depan birokrasi daerah.
“Silakan berinovasi, tapi tanpa adab, semua itu tidak bernilai. Saudara adalah calon pemimpin 15 hingga 20 tahun ke depan, maka persiapkan diri dengan kapasitas dan integritas yang tinggi,” karanya.
“Saudara adalah calon pemimpin daerah 15 hingga 20 tahun mendatang. Manfaatkan masa ini untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kapasitas diri sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan yang berkualitas,” pungkasnya.**
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal

















