JAKARTA, 9 Mei 2026 – Upaya UMKM lokal untuk menembus pasar korporasi dan pemerintah makin menunjukkan hasil. PT Pertamina (Persero) sukses mencatatkan potensi bisnis sebesar Rp10,6 miliar bagi para UMKM binaannya dalam ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang baru saja usai di Jakarta.
Angka fantastis ini bukan sekadar jualan eceran. Dari total tersebut, Rp8,8 miliar di antaranya berasal dari kesepakatan business matching (kontrak kerja sama), sementara Rp1,8 miliar sisanya merupakan transaksi ritel langsung selama pameran berlangsung di Gedung SMESCO, 5–7 Mei lalu.
Bukan Cuma Pameran, Tapi Jualan B2B
Keberhasilan ini membuktikan bahwa produk UMKM binaan Pertamina sudah memenuhi standar industri besar. Tak tanggung-tanggung, Pertamina bahkan menyabet penghargaan sebagai perusahaan dengan transaksi buyer potensial terbanyak di ajang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa nama seperti Agrominafiber, Meraki Cipta Rasa, Novio Fresh, Rendang Gadih, dan Otrahum menjadi primadona yang menarik perhatian pembeli besar dari sektor BUMN hingga swasta.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah membawa UMKM “naik kelas” dengan menghubungkan mereka langsung ke rantai pasok nasional.
“Inabuyer ini momentum strategis. Kami ingin UMKM binaan tidak lagi sekadar jualan di pameran, tapi benar-benar masuk ke ekosistem ekonomi besar melalui kolaborasi jangka panjang dengan para buyer,” jelas Baron.
Langkah Nyata: MoU dan Kontrak Baru
Keseriusan ini dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh dua UMKM, yaitu Agrominafiber dan Rendang Gadih. Bagi mereka, dukungan ini memberikan suntikan kepercayaan diri untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
“Lewat pendampingan Pertamina, kami jadi punya akses ke jejaring bisnis yang sebelumnya sulit ditembus. Kehadiran di Inabuyer membuat brand kami makin dipercaya oleh sektor korporasi,” kata Brigita Lydia Syahniva, Owner Rendang Gadih.
Selain itu, enam UMKM lainnya seperti Sambal Ning Niniek, Cangcomak, hingga Sanrah Food juga difasilitasi dalam sesi khusus tatap muka dengan calon pembeli besar. Langkah ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi UMKM lokal untuk menjadi mitra tetap dalam rantai pasok nasional secara berkelanjutan.
Melalui hasil positif di Inabuyer 2026, Pertamina kembali mempertegas perannya bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga motor penggerak ekonomi rakyat yang mandiri dan berdaya saing global.**
Penulis : Warna Komunika Indonesia
Editor : Tim Redkasi
Sumber Berita: Lintastungkal











