JAKARTA, 3 Mei 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal mengenai adanya potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92. Bahlil menyatakan bahwa penyesuaian tersebut sangat mungkin terjadi mengikuti fluktuasi harga pasar global. Meski ada potensi kenaikan harga, ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjamin seluruh ketersediaan stok energi nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun industri.
Bahlil mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan para pelaku usaha atau pihak swasta terkait penyesuaian harga ini. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, harga bahan bakar nonsubsidi serta kebutuhan energi untuk konsumsi industri memang diatur untuk selalu mengikuti harga pasar. Bahlil menilai penyesuaian harga ini bukan menjadi masalah besar selama pasokan energi di dalam negeri tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi global.
“Saya pikir mereka juga mempunyai hati yang baik untuk melihat kondisi yang ada. Tapi kalau pada akhirnya kemudian penyesuaiannya sudah bisa dilakukan, saya pikir nggak ada masalah. Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada,” ujar Bahlil di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dunia, Bahlil juga memastikan bahwa minyak mentah yang diimpor dari Rusia akan segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Langkah impor tersebut diambil sebagai strategi taktis pemerintah untuk mengamankan pasokan nasional. Meski tidak merinci berapa volume minyak yang akan masuk maupun kilang pengolahannya, Bahlil menegaskan bahwa fokus pemerintah adalah menjaga ketersediaan segala jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan berbagai tingkat oktan.
“Dalam keadaan kondisi kaya begini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting. Dan untuk minyak mentah Rusia sebentar lagi masuk, ya,” tegas Bahlil menutup penjelasannya mengenai langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional.*
Editor : Tim Redkasi
Sumber Berita: Kompas.tv











