Ancaman Alih Fungsi: Mengapa Sawah di Tanjab Barat Berubah Menjadi Kebun Sawit?

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Sawah di Tanjab Barat Berubah Menjadi Kebun Sawit?. FOTO : Lintastungkal

Mengapa Sawah di Tanjab Barat Berubah Menjadi Kebun Sawit?. FOTO : Lintastungkal

KUALA TUNGKAL – Wajah agraria di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tengah mengalami pergeseran drastis dalam 5 tahun terakhir. Lahan-lahan persawahan yang dulunya menjadi tumpuan pangan kini perlahan berganti rupa menjadi hamparan hijau kelapa sawit. Fenomena ini bukan sekadar perubahan lanskap, melainkan sinyal bahaya bagi ketahanan pangan lokal.

Fakta di Lapangan: Sawah yang Kian Terhimpit

Dalam lima tahun terakhir, perluasan sawah di Tanjab Barat tercatat stagnan, bahkan cenderung menurun signifikan. Berdasarkan data evaluasi lahan, banyak kantong produksi padi di wilayah daratan mulai ditinggalkan petani. Sebaliknya, perkebunan kelapa sawit terus merangsek masuk ke area yang seharusnya diperuntukkan bagi tanaman pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Petani Memilih Sawit?

Beberapa faktor krusial menjadi pemicu utama mengapa sawah kian tidak populer dibandingkan sawit:

  1. Kepastian Ekonomi dan Harga: Kelapa sawit dianggap memiliki nilai ekonomi yang lebih stabil dan menjanjikan pendapatan rutin bulanan. Sebaliknya, petani padi seringkali dihadapkan pada fluktuasi harga gabah dan risiko gagal panen yang tinggi.
  2. Biaya Operasional dan Tenaga Kerja: Bertani padi membutuhkan perawatan yang jauh lebih intensif. Di tengah sulitnya mencari tenaga kerja muda yang mau turun ke sawah, sawit menjadi pilihan karena perawatannya dianggap lebih simpel dan efisien.
  3. Kondisi Infrastruktur dan Irigasi: Beberapa kawasan persawahan di Tanjab Barat mengalami kendala pada jaringan irigasi. Lahan yang sering terdampak banjir atau intrusi air asin membuat produktivitas padi menurun, sehingga petani memilih mengonversi lahan mereka ke komoditas yang lebih tahan banting.

Permasalahan Utama yang Muncul

  • Ancaman Kedaulatan Pangan: Dengan menyusutnya luas lahan baku sawah, ketergantungan Tanjab Barat terhadap pasokan beras dari luar daerah (seperti Sumatera Selatan atau Jawa) akan semakin meningkat.
  • Pelanggaran Tata Ruang: Meskipun pemerintah telah menggaungkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), praktik alih fungsi di lapangan sering kali terjadi secara mandiri oleh masyarakat tanpa pengawasan ketat, yang berpotensi melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
  • Hilangnya Ekosistem Pertanian: Alih fungsi lahan tidak hanya menghilangkan tanaman padi, tetapi juga menghancurkan kelembagaan petani sawah (seperti Kelompok Tani atau P3A) yang sudah terbentuk lama.

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca Kebakaran Teluk Nilau: Antara Seremonial Bantuan dan Urgensi Pembenahan Infrastruktur yang Terabaikan
Mangrove Pangkal Babu; Janji Pusat dan Harapan Daerah, Akankah Segera Terealisasi?
Kebakran di Teluk Nilau Terbesar Setelah Kebakaran di Sungai Dualap dalam 5 Tahun Terakhir
Hati-Hati Nitip Anak: Belajar dari Kasus di Daycare Little Aresha Jogja dan Banda Aceh
Sudah Hibahkan Lahan 2 Hektar, Kapan Proyek Lanal Tanjab Barat Terwujud?
Editorial: Soal Ketahanan Pangan, Kenapa yang Ditanam Jagung Bukan Padi?
39 Cut and Fill; Jadi Tantangan Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan 134 Gerai KDKMP?
Skandal Gratifikasi Jual Beli Jabatan Masih Jadi Jalan Tol Kepala Daerah Menuju KPK
Berita ini 128 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:39 WIB

Pasca Kebakaran Teluk Nilau: Antara Seremonial Bantuan dan Urgensi Pembenahan Infrastruktur yang Terabaikan

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:26 WIB

Mangrove Pangkal Babu; Janji Pusat dan Harapan Daerah, Akankah Segera Terealisasi?

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:18 WIB

Kebakran di Teluk Nilau Terbesar Setelah Kebakaran di Sungai Dualap dalam 5 Tahun Terakhir

Kamis, 30 April 2026 - 00:28 WIB

Hati-Hati Nitip Anak: Belajar dari Kasus di Daycare Little Aresha Jogja dan Banda Aceh

Sabtu, 25 April 2026 - 00:16 WIB

Sudah Hibahkan Lahan 2 Hektar, Kapan Proyek Lanal Tanjab Barat Terwujud?

Berita Terbaru