Ramalan Ekonom Senior Faisal Basri Terbukti Perkiraan 2026: Rupiah Babak Belur Tembus Rp18.000 per Dolar AS!

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri INDEF Faisal Basri saat menyampaikan analisis makroekonomi nasional. Sebelum berpulang pada September 2024, beliau sempat memperingatkan fondasi fiskal Indonesia yang rapuh dan memprediksi terjadinya pembengkakan beban utang serta ketidakstabilan moneter yang puncaknya diproyeksikan terjadi pada tahun 2026. (Foto: Dok. Istimewa)

Pendiri INDEF Faisal Basri saat menyampaikan analisis makroekonomi nasional. Sebelum berpulang pada September 2024, beliau sempat memperingatkan fondasi fiskal Indonesia yang rapuh dan memprediksi terjadinya pembengkakan beban utang serta ketidakstabilan moneter yang puncaknya diproyeksikan terjadi pada tahun 2026. (Foto: Dok. Istimewa)

JAKARTA — Prediksi kelam yang pernah dilontarkan oleh mendiang ekonom senior Indonesia sekaligus pendiri INDEF, Faisal Basri, kini menjadi kenyataan pahit bagi perekonomian nasional. Level psikologis nilai tukar Rupiah yang ia khawatirkan akhirnya jebol, di mana mata uang Garuda resmi terpuruk hingga menembus angka Rp18.000 per Dolar AS.

Sebelum wafat pada September 2024, Faisal Basri dalam sebuah pemaparan ekonomi politik di Teater Utan Kayu pada Mei 2024 secara lantang memperingatkan publik mengenai rapuhnya fondasi fiskal dan risiko integrasi krisis ekonomi-politik.

Dalam rekaman video yang kini kembali viral di berbagai lini masa, Faisal Basri secara spesifik menyatakan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi kalau nanti rupiahnya ke-18 apalagi 19, udah kacau semua nggak bisa terkendali. Subsidi nggak bisa lagi dari APBN karena dari mana lagi nggak ada kan, habis buat yang lain-lain. Nah pada saat yang bersamaan terjadi konflik politik… Nah kalau politik dan ekonominya nyatu itulah krisis itu terjadi yang saya perkirakan paling lama 2026.”

Kondisi makroekonomi saat ini mencerminkan peringatan tersebut, di mana kombinasi tekanan internal dan eksternal melemahkan nilai tukar. Faktor utama meliputi membengkaknya beban utang, arus modal keluar (capital outflow), kebijakan suku bunga tinggi dari The Fed, serta pelemahan di sektor manufaktur.

Meskipun Bank Indonesia telah melakukan intervensi, tekanan pasar tetap mendorong Rupiah melampaui batas psikologis Rp18.000. Fenomena ini berdampak langsung pada kenaikan harga barang dan penurunan daya beli masyarakat, menegaskan risiko krisis ekonomi yang sebelumnya diprediksi.

Kondisi tersebut kini terbukti di lapangan. Pasar keuangan domestik terus mengalami tekanan hebat yang dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, antara lain:
  • Beban Utang Menggunung: Pembayaran bunga dan pokok utang negara yang jatuh tempo menekan ruang fiskal secara drastis.
  • Capital Outflow: Derasnya aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia akibat ketidakpastian global.
  • Suku Bunga AS Tinggi: Kebijakan moneter ketat dari Bank Sentral Amerika Serikat yang terus menyedot likuiditas global ke luar negeri.
  • Pelemahan Manufaktur: Sektor riil domestik mengalami kontraksi yang menurunkan daya saing ekspor nasional.

Krisis yang diramal Faisal Basri ini bukan sekadar angka di papan bursa. Lonjakan Dolar AS hingga Rp18.000 ini mulai memicu efek domino, mulai dari kenaikan harga barang impor, pembengkakan biaya produksi industri, hingga potensi lonjakan inflasi yang langsung memukul daya beli masyarakat luas.

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal.com

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Tanjab Barat Pacu Warga Desa Tungkal I Cetak Cuan dari Mangrove Pangkal Babu
Panduan Resmi Cara Mengikuti Lelang Online di KPKNL
Kemnaker Turun Tangan, Indomaret dan Buruh Sepakat Soal Upah Lembur Libur Nasional
Kementerian PANRB Catat WFH PNS Hemat Perjalanan Dinas Rp1,95 T
Pemerintah Resmi Cairkan Gaji ke-13 ASN, TNI/Polri, dan Pensiunan Mulai 2 Juni 2026
Harga BBM Nonsubsidi Per 18 April 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik Signifikan
Simpang Siur Soal Gaji ke-13 ASN 2026: Begini Kata Menkeu
Pertamina Pastikan Harga BBM Seluruh Indonesia Tidak Naik Per 1 April 2026
Berita ini 17 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:36 WIB

Ramalan Ekonom Senior Faisal Basri Terbukti Perkiraan 2026: Rupiah Babak Belur Tembus Rp18.000 per Dolar AS!

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:49 WIB

Wabup Tanjab Barat Pacu Warga Desa Tungkal I Cetak Cuan dari Mangrove Pangkal Babu

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Panduan Resmi Cara Mengikuti Lelang Online di KPKNL

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kemnaker Turun Tangan, Indomaret dan Buruh Sepakat Soal Upah Lembur Libur Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:27 WIB

Kementerian PANRB Catat WFH PNS Hemat Perjalanan Dinas Rp1,95 T

Berita Terbaru