Bocah 8 Tahun Hilang Tersapu Arus Sungai Batang Tembesi, Puluhan Personel SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Lintas Tungkal

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan saat bersiap menurunkan perahu karet (Landing Craft Rubber) di tepian Sungai Batang Tembesi, Desa Rangkiling Simpang, Sarolangun, Rabu (10/6/2026) pagi. Penyisiran difokuskan hingga radius 4 KM ke arah hilir untuk mencari keberadaan Bambang (8) yang hanyut sejak Selasa sore. (FOTO : Dok. Kantor SAR Jambi)

Tim SAR Gabungan saat bersiap menurunkan perahu karet (Landing Craft Rubber) di tepian Sungai Batang Tembesi, Desa Rangkiling Simpang, Sarolangun, Rabu (10/6/2026) pagi. Penyisiran difokuskan hingga radius 4 KM ke arah hilir untuk mencari keberadaan Bambang (8) yang hanyut sejak Selasa sore. (FOTO : Dok. Kantor SAR Jambi)

SAROLANGUN – Sebuah petang yang riang mendadak berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam di Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun. Aliran Sungai Batang Tembesi yang terlihat tenang menyembunyikan arus mematikan yang kini merenggut keceriaan sebuah keluarga. Puluhan personel Tim SAR Gabungan kini tengah bertaruh dengan waktu, menyisir setiap jengkal sungai demi menemukan seorang bocah yang hilang ditelan arus.

Tragedi ini bermula pada Selasa (9/6/2026) sore. Bambang, bocah polos berusia 8 tahun warga RT 03, melangkah riang menuju sungai bersama tiga temannya untuk mandi dan bermain. Namun, tawa riang anak-anak itu seketika berubah menjadi jerit histeris saat tubuh kecil Bambang mendadak terseret arus sungai yang mengalir deras. Dalam sekejap mata, bocah malang itu hilang dari pandangan, menyisakan kepanikan yang mendalam.

Malam yang dingin diwarnai keputusasaan saat pihak keluarga dan warga sekitar melakukan pencarian mandiri. Di bawah temaram lampu senter dan kepungan kegelapan, mereka menyusuri tepian sungai, memanggil-manggil nama Bambang, namun sungai tetap bungkam. Sadar situasi kian kritis, Babinsa Pauh, Bapak Guntur, langsung melayangkan laporan darurat kepada pihak berwenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons panggilan kemanusiaan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bungo langsung bergerak menembus pekatnya malam. Mereka menempuh perjalanan darat sejauh 111 kilometer selama 4,5 jam demi mencapai titik lokasi kejadian (LKP).

Memasuki hari kedua (H2) pada Rabu (10/6/2026) pagi, atmosfer ketegangan kian terasa. Tepat pukul 07.00 WIB, saat matahari mulai terbit, Tim SAR Gabungan menggelar briefing darurat. Kekuatan tempur dipecah menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) demi memaksimalkan area pencarian:

  1. SRU 1 (Rescuer Pos SAR Bungo) memecah keheningan sungai, mengerahkan perahu karet (Landing Craft Rubber/LCR) untuk menyisir sisi kanan sungai ke arah hilir sejauh 4 KM.
  2. SRU 2 (BPBD dan Damkar Sarolangun) bergerak paralel, menyisir sisi kiri sungai sejauh 4 KM menggunakan LCR.
  3. SRU 3 (SAR MTA) bersiaga penuh dengan mata elang, melakukan pemantauan visual di titik terakhir korban terlihat, berharap ada keajaiban yang muncul ke permukaan.

Sedikitnya 27 personel gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Bungo, BPBD, Damkar Sarolangun, Babinsa, Bhabinkamtibmas Pauh, hingga relawan SAR MTA bersatu padu, mengesampingkan lelah demi satu misi kemanusiaan.

Armada berat dan peralatan penyelamatan—mulai dari mobil rescue, empat unit perahu karet, peralatan medis, hingga alat evakuasi dan komunikasi—telah diterjunkan ke lokasi. Di bawah langit Sarolangun yang terpantau berawan seolah ikut berduka, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan menegangkan. Tim SAR Gabungan terus berjuang menembus arus, berharap mukjizat datang dan Bambang bisa segera ditemukan untuk dipulangkan ke pelukan hangat keluarganya.**

Penulis : Angah

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Kantor SAR Jambi

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpin RDP Gabungan, Ketua DPRD Sarolangun Minta Sekda Cari Solusi Cepat Gaji 13 ASN
Percepat Pembangunan Daerah, TNI AD Gelar Karya Bakti Skala Besar 2026 di Jambi
BREAKING NEWS: Enam Hari Hilang, Pemuda Mandiangin Ditemukan Tewas Mengapung 17 KM dari Lokasi Mancing!
Misteri di Tepi Batang Tembesi: Pemancing Muda Hilang, Tim SAR Sisir 9 Kilometer Aliran Sungai
Pangdam XX/TIB Tegaskan TMMD Jadi Motor Pembangunan Desa Saat Tutup TMMD Ke-128 di Sarolangun
Respons Cepat Bencana Banjir, Korem 042/Gapu Kerahkan Personel Evakuasi Warga Merangin dan Sarolangun
Perahu Ketek Terbalik di Sungai Limun Jambi, 1 Penumpang Hilang Terseret Arus, 6 Lainnya Selamat
Resmi! Pemkab Sarolangun Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 1447 H/2026 M
Berita ini 52 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:21 WIB

Pimpin RDP Gabungan, Ketua DPRD Sarolangun Minta Sekda Cari Solusi Cepat Gaji 13 ASN

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:43 WIB

Bocah 8 Tahun Hilang Tersapu Arus Sungai Batang Tembesi, Puluhan Personel SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:19 WIB

Percepat Pembangunan Daerah, TNI AD Gelar Karya Bakti Skala Besar 2026 di Jambi

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:14 WIB

BREAKING NEWS: Enam Hari Hilang, Pemuda Mandiangin Ditemukan Tewas Mengapung 17 KM dari Lokasi Mancing!

Senin, 25 Mei 2026 - 18:28 WIB

Misteri di Tepi Batang Tembesi: Pemancing Muda Hilang, Tim SAR Sisir 9 Kilometer Aliran Sungai

Berita Terbaru