COP30 : Menteri Hanif Ajak Swedia Perkuat Kerja Sama Iklim Berbasis Kredit Karbon Berintegritas Tinggi

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 14 November 2025 - 19:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Hanif Ajak Swedia Perkuat Kerja Sama Iklim Berbasis Kredit Karbon Berintegritas Tinggi. FOTO : Kementrian LH

Menteri Hanif Ajak Swedia Perkuat Kerja Sama Iklim Berbasis Kredit Karbon Berintegritas Tinggi. FOTO : Kementrian LH

BRAZIL — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong kerja sama konkret dengan Swedia untuk mempercepat penurunan emisi melalui skema nilai ekonomi karbon Indonesia dan menindaklanjuti pembahasan menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Ajakan ini disampaikan pada pembukaan Paviliun Swedia di COP30, Belém, 1 November 2025.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap partisipasi dunia usaha Swedia dalam skema nilai ekonomi karbon.

“Kami membuka upaya besar kepada teman-teman bisnis di Swedia melalui Pemerintah Swedia untuk ikut berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca melalui skema nilai ekonomi karbon. Rencana kerja sama ini menjadi langkah penting untuk menarik jejaring bisnis Swedia terlibat dalam tata ekonomi karbon yang kita bangun,” ujar Menteri Hanif usai pertemuan bilateral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Hanif juga menekankan bahwa COP30 harus mengukur kredibilitas melalui aksi nyata.

“Kredibilitas COP30 akan diukur oleh aksi—bukan janji. Indonesia siap bergandengan tangan dengan mitra global untuk mengubah ambisi menjadi dampak,” jelas Menteri Hanif dalam forum pembukaan Paviliun Swedia.

Dari pihak Swedia, dukungan disampaikan oleh State Secretary Bidang Pengembangan Kerja Sama Internasional dan Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri, Diana Janse.

“Kita berbicara tentang hubungan baik kedua negara kita, dan ada banyak hal yang sedang berlangsung, terutama terkait dengan COP30, ambisi Indonesia untuk fokus pada pengelolaan sampah, dan bagaimana Swedia dapat mendukung upaya tersebut,” kata Diana.

Pernyataan ini menegaskan ruang kolaborasi yang luas antara kedua negara dalam agenda iklim.

Kesiapan Indonesia diperkuat dengan penyampaian Second NDC tepat sebelum COP30, yang menajamkan lintasan penurunan emisi seraya menjaga pertumbuhan ekonomi menuju Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat. Untuk mempercepat transaksi dan pembiayaan iklim yang berintegritas, Indonesia mendorong pemanfaatan Pasal 6 Perjanjian Paris (Article 6) sekaligus membuka peluang kolaborasi proyek karbon antara pelaku usaha Indonesia dan Swedia.

Di Paviliun Indonesia pada pertemuan COP30, pemerintah memfasilitasi Kerja Sama Iklim Berbasis Kredit Karbon Berintegritas Tinggi dengan proyeksi sekitar 90 juta ton kredit karbon berintegritas. KLH/BPLH menilai penguatan kemitraan bilateral dengan Swedia akan melengkapi proses multilateral yang membutuhkan waktu panjang, sekaligus memperluas partisipasi sektor swasta untuk mencapai target penurunan emisi dan mendorong investasi hijau, pengelolaan dan pemulihan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kementerian Lingkungan Hidup

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca-Gempa Kembar Venezuela: 50 Ribu Orang Masih Hilang, KBRI Pastikan Seluruh WNI Selamat
Teluk Persia di Ambang Ledakan: Iran Ancam Perang Total Usai Tanker Diserang AS
Daftar Negara yang Diizinkan Melewati Selat Hormuz di Tengah Blokade; Bagaimana Nasib Indonesia?
Indonesia Kecam Keras Penghancuran Kantor UNRWA oleh Israel di Yerusalem Timur
Kim Jong Un ke Washington: Venezuela Resmi Jadi Isu Keamanan Global
KBRI Tokyo : 969 WNI Tinggal di Wilayah Pusat Gempa M 7,5 Jepang
Dubes Kazakhstan : Indonesia-Kazakhstan Miliki Banyak Kesamaan
Lama Rudal-rudal ‘Gerbang Neraka’ Iran Sampai ke Israel?
Berita ini 38 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:28 WIB

Pasca-Gempa Kembar Venezuela: 50 Ribu Orang Masih Hilang, KBRI Pastikan Seluruh WNI Selamat

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:36 WIB

Teluk Persia di Ambang Ledakan: Iran Ancam Perang Total Usai Tanker Diserang AS

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:45 WIB

Daftar Negara yang Diizinkan Melewati Selat Hormuz di Tengah Blokade; Bagaimana Nasib Indonesia?

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:27 WIB

Indonesia Kecam Keras Penghancuran Kantor UNRWA oleh Israel di Yerusalem Timur

Senin, 5 Januari 2026 - 17:46 WIB

Kim Jong Un ke Washington: Venezuela Resmi Jadi Isu Keamanan Global

Berita Terbaru

Program ini hadir sebagai jembatan karier nyata bagi lulusan baru untuk mengasah kompetensi, memahami budaya kerja, dan membuka peluang besar untuk langsung direkrut menjadi karyawan di berbagai perusahaan mitra industri. (FOTO : Dok. Biro Humas Kemnaker)

Berita

Program MagangHub Buka Jalan Peserta Jadi Pekerja

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:30 WIB