TANJABTIM – Langit Kelurahan Pandan Jaya yang semula tenang mendadak berubah menjadi panggung horor yang mencekam. Tepat saat jarum jam menyentuh angka 00.00 WIB, Jumat (13/3/2026), Si Jago Merah mengamuk tanpa ampun, melumat habis kawasan padat penduduk di Pasar Blok D, RT 06 RW 01, Kecamatan Geragai.
Hujan Abu dan Jerit Ketakutan
Kesunyian malam pecah seketika oleh teriakan histeris warga yang terbangun dalam kepungan asap pekat. Api yang mulanya kecil dengan cepat bermutasi menjadi monster raksasa, menjilat langit dan merambat dari atap ke atap dengan kecepatan yang mengerikan. Warga berlarian tunggang-langgang, hanya dengan pakaian di badan, berusaha menyelamatkan nyawa di tengah hujan abu dan hawa panas yang membakar kulit.
15 Keluarga Kehilangan Segalanya
Data sementara mencatatkan duka mendalam bagi 15 pemilik rumah yang kini hanya menyisakan puing dan arang. Nama-nama seperti Haji Imbung, Nasrullah, hingga Pak RT Cik Ibustami kini harus meratapi tempat tinggal mereka yang sirna. Nasib paling memilukan menimpa Safar, yang harus merelakan tiga unit rumahnya sekaligus dilalap api tanpa sisa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Api Itu Mengejar Kami Seperti Hantu”
Di lokasi kejadian, isak tangis korban pecah di antara reruntuhan.
“Saya hanya sempat menarik anak-anak keluar. Semua harta benda habis, mas. Api itu mengejar kami seperti hantu,” ungkap Rosita, salah satu korban, dengan tatapan kosong menatap puing rumahnya yang masih berasap.
Pak RT Cik Ibustami, yang juga menjadi korban keganasan api, tak mampu menyembunyikan getar suaranya. “Tengah malam sunyi, tiba-tiba langit sudah merah. Kami berjibaku dengan alat seadanya, tapi api terlalu perkasa. Kami kehilangan segalanya dalam sekejap mata,” tuturnya lirih.
Penyebab Masih Misteri
Hingga fajar menyingsing, aroma sangit masih menyengat kuat di lokasi kejadian. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti tragedi yang melumpuhkan ekonomi warga ini. Belum diketahui secara pasti berapa total kerugian material, namun duka yang ditinggalkan dipastikan membekas sangat dalam.
Kini, para korban hanya bisa terduduk lemas di tenda pengungsian darurat, berharap ada uluran tangan yang mampu membasuh luka akibat amukan api yang tak kenal belas kasihan tersebut.
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal







![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)



