Taher, salah satu pengusaha/penampung udang ketak menyampaikan bahwa selama ini importir utama udang ketak dari Tanjab Barat adalah Hongkong dan Taiwan.
Dengan adanya corona ini, semua penerbangan menuju negara tersebut telah dihentikan dan secara langsung berdampak juga diberhentikannya pembelian udang ketak oleh importir setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sementara kalau kita jual di lingkup lokal, harganya jauh, turun drastis”, ungkapnya.
Senada dengan M. Taher, Fendi yang merupakan perwakilan nelayan pada kesempatan itu berharap agar pemkab Tanjab Barat segera memberikan solusi terkait permasalahan ini.
Menurutnya pemberian bantuan jaring ikan dapat menjadi salah satu alternatif sementara bagi nelayan. Dengan adanya bantuan jaring ikan lanjutnya, nelayan tidak hanya bergantung pada tangkapan udang ketak semata.
“Ya, setidaknya dengan menganti jaring kami menjadi jaring ikan, kami tidak bergantung menangkap udang ketak saja,” kata fendi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya