KUALA TUNGKAL – Cahaya lentera dan gema musik tradisional kembali menghidupkan malam di “Kota Bersama” Kuala Tungkal. Festival Arakan Sahur 2026, yang telah resmi diakui sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN), kini bertransformasi menjadi ikon wisata religi unggulan di Provinsi Jambi.
Menelusuri Jejak Tradisi Sejak 1966
Lebih dari sekadar membangunkan orang sahur, festival yang berakar sejak tahun 1966 ini adalah perpaduan harmonis antara nilai-nilai Islami dan budaya Melayu pesisir. Setiap akhir pekan di bulan Ramadhan, ribuan pasang mata saksi akan kemegahan kendaraan hias yang membawa miniatur masjid, kapal, hingga replika Al-Qur’an raksasa—seperti yang ditampilkan secara artistik oleh peserta nomor 24.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Daya Tarik Wisata dan Muatan Lokal:
- Simfoni Musik Tradisional: Nikmati perpaduan unik suara beduk, perkusi kayu, dan musik modern yang mengiringi langkah para peserta menyusuri jalanan kota.
- Galeri Kreativitas Pemuda: Saksikan dedikasi remaja masjid dalam merancang dekorasi cahaya yang futuristik namun tetap sarat pesan religius.
- Surga Kuliner Pesisir: Festival ini adalah waktu terbaik untuk mencicipi Kopi Liberika yang khas dan kudapan laut segar di sepanjang rute parade, sembari mendukung pertumbuhan UMKM lokal.
Pesan Harmoni dari Pesisir
Bupati Tanjab Barat H. Anwar Sadat pada malam pembukaan, Sabtu (21/2/26) menegaskan bahwa festival ini bukan hanya soal kompetisi, melainkan simbol “Selengkuh Dayung Serentak Ketujuan”—semangat kebersamaan lintas etnis dan agama dalam memajukan daerah. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi pemantik ekonomi mikro bagi industri rumahan dan pedagang kecil di Tanjung Jabung Barat.
Mari Berwisata Religi!
Jangan lewatkan penampilan penutup yang akan digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal. Mari kita nikmati kemeriahannya dengan tetap menjaga keasrian kota kita.
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal











