SURABAYA – PT Pertamina Patra Niaga mempertegas perannya sebagai garda terdepan ketahanan energi nasional dengan mengoptimalkan infrastruktur distribusi LPG di seluruh pelosok negeri. Salah satu aset vital yang menjadi tulang punggung operasional adalah fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut di Situbondo, Jawa Timur, yang kini berperan sebagai simpul utama distribusi LPG Nusantara.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menyatakan bahwa keandalan distribusi merupakan prioritas mutlak untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan pasokan LPG tersalurkan secara merata. Melalui optimalisasi STS Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi energi menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif dan berkelanjutan,” tegas Roberth dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Visi Distribusi Terintegrasi
Sebagai Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga melakukan penguatan sistem dari hulu ke hilir. Langkah ini mencakup penyiapan armada kapal pengangkut (distribusi laut), penguatan armada skid tank (distribusi darat), hingga pengawasan ketat di level SPPBE, agen, dan pangkalan resmi.
STS Kalbut sendiri merupakan pusat layanan transfer LPG strategis yang berlokasi di perairan Teluk Kalbut. Fasilitas seluas 3,92 km² ini berfungsi sebagai titik bongkar muat dari kapal tanker induk (mothership) ke kapal-kapal distribusi yang lebih kecil.
Menjangkau Tengah hingga Timur Indonesia
Area Manager Communication, Relations, & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa peran STS Kalbut melampaui batas wilayah Jawa Timur.
“STS Kalbut adalah urat nadi energi Indonesia. Ini adalah tulang punggung suplai LPG yang mencakup wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi,” jelas Ahad.
Di wilayah Jatimbalinus, fasilitas ini menyokong terminal-terminal besar seperti Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, hingga Bima, dengan kapasitas suplai reguler mencapai 10.000 metrik ton.
Respons Cepat Lonjakan Kebutuhan
Menjawab peningkatan konsumsi LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026, STS Kalbut telah menerima kapal kargo raksasa dengan muatan 44.839 metrik ton. Pasokan tersebut langsung didistribusikan ke titik-titik krusial, termasuk Gresik (10.000 MT), Surabaya (8.000 MT), dan Banyuwangi (2.500 MT).
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga stabilitas stok energi nasional demi mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.**
Penulis : Warna Komunika
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal









![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)

