SURABAYA – Pertamina Patra Niaga membuktikan bahwa efisiensi operasional dan pemberdayaan masyarakat bisa berjalan beriringan. Melalui Integrated Terminal (IT) Surabaya, perusahaan resmi menyabet predikat PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan tertinggi di bidang lingkungan ini diraih berkat dua terobosan utama: digitalisasi jalur FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dan program sosial berbasis ekonomi sirkular “Lentera Pagesangan”.
Efisiensi Operasional: Pipa FAME Turunkan Emisi 45%
Inovasi pertama menyasar inti operasional perusahaan. Pertamina melakukan transformasi besar dengan mengalihkan sistem penerimaan FAME dari truk tangki ke jalur pipa langsung dari kapal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasilnya signifikan. Selain mempercepat proses dan meningkatkan aspek keselamatan (HSSE), langkah ini sukses memangkas potensi pemanasan global (Global Warming Potential) hingga 45,6%.
Ekonomi Sirkular: Eceng Gondok yang Menghasilkan
Di sisi sosial, program Lentera Pagesangan berhasil mengubah pandangan warga Surabaya terhadap limbah sungai. Jika dulu eceng gondok dianggap gulma, kini tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai filter alami dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sungai (IPAS).
Dampak nyatanya bukan sekadar angka di atas kertas:
- Efisiensi Air: Menghemat 345,21 m³ air per tahun.
- Ekonomi: Menekan biaya pencemaran air dan mengelola puluhan kilogram sampah organik menjadi nilai ekonomi.
- Sosial: Menjangkau 1.141 penerima manfaat yang kini aktif menjaga ekosistem sungai.
Komitmen ESG yang Terukur
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan bahwa prestasi ini adalah bagian dari strategi besar perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“IT Surabaya adalah satu dari tujuh unit kami yang meraih Emas tahun ini. Ini bukti konsistensi kami dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus masyarakat,” ujar Roberth.
Senada dengan itu, Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut masyarakat sebagai motor utama. “Melalui kolaborasi, warga mampu mengelola sumber daya di sekitar mereka menjadi lebih bernilai dan produktif,” tambahnya.
Bagi Pertamina Patra Niaga, PROPER Emas bukan sekadar trofi, melainkan standar baru dalam menjalankan bisnis migas yang lebih hijau dan berdampak sosial nyata.*
Penulis : Warna Komunika
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal












Komentar