SENYERANG – Memasuki hari keenam, pencarian dua korban hilang akibat runtuhnya dermaga penyeberangan di Dusun Sungai Limau, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) terus diintensifkan. Meski diguyur hujan deras pada Senin (25/5/2026) siang, operasi SAR gabungan skala besar tetap berjalan dengan melibatkan jajaran pimpinan tertinggi daerah.
Bupati Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Kapolres Tanjab Barat, AKBP M. Kuswicaksono, SIK, MH, turun langsung memimpin operasi penyisiran aliran Sungai Pengabuan. Menggunakan kapal patroli Dinas Perikanan, aksi ini menegaskan komitmen penuh pemerintah dan kepolisian dalam upaya menemukan kedua korban, yakni Iyan (35) dan Nur Antoni alias Toni (42).
Strategi Penyisiran 3 Sektor
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi dimulai pukul 13.30 WIB bergerak dari Dermaga LLASDP Kuala Tungkal. Kasi Humas Polres Tanjab Barat, Ipda Ucen, mengungkapkan bahwa tim SAR membagi area pencarian ke dalam tiga sektor strategis guna memaksimalkan wilayah jangkauan:
- Sektor Utama (Jalur Air): Dipimpin langsung oleh Bupati dan Kapolres, menyisir jalur utama Sungai Pengabuan melewati rute Desa Tanjung Sinjulang, Parit Pudin, Parit Bilal, Teluk Nilau, hingga kembali ke titik kejadian di Desa Sungai Landak.
- Sektor Hulu: Tim khusus bergerak mengantisipasi arus kuat ke arah hulu Sungai Pengabuan hingga ke wilayah Desa Sungai Kepayang.
- Sektor Titik Kejadian (Daratan/Selam): Personel Basarnas, BPBD, dan dibantu warga setempat menggunakan 15 perahu pompong fokus di sekitar reruntuhan dermaga. Metode penyelaman manual dengan pengaman tali (safety harness) terus dilakukan di bawah permukaan air.
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com
Halaman : 1 2 Selanjutnya












Komentar