Tantangan Cuaca dan Zero Visibility
Kondisi di lapangan dilaporkan cukup berat akibat hujan intermiten yang memicu gelombang tinggi dan membuat permukaan sungai menjadi licin. Selain itu, arus bawah air yang deras dan visibilitas di dalam air yang buruk (zero visibility) akibat lumpur menjadi hambatan utama bagi tim penyelam tradisional maupun Basarnas.
Hingga berita ini diturunkan pada malam hari, total armada yang dikerahkan meliputi 1 unit kapal patroli Dinas Perikanan, 1 unit kapal patroli Sat Polairud, perahu karet Basarnas & BPBD, serta 15 unit perahu pompong milik masyarakat. Namun, hasil pencarian masih dinyatakan nihil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Imbauan dan Komitmen Pemerintah
Pihak kepolisian mengimbau keras kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di sepanjang bantaran Sungai Pengabuan dari Kuala Tungkal hingga Senyerang untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda korban.
“Jika melihat benda mencurigakan atau pakaian yang mengarah pada korban, segera lapor ke Polsek terdekat atau posko SAR. Kami minta warga tidak menyentuh atau memindahkan barang tersebut demi keperluan identifikasi,” tegas Ipda Ucen.
Bupati Anwar Sadat menyatakan pemerintah daerah akan terus mendampingi pihak keluarga korban dan memastikan seluruh logistik serta kekuatan personel SAR tetap terpenuhi hingga batas waktu operasi selesai.**
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com
Halaman : 1 2












Komentar