LIVETV
Polres Muaro Jambi Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Firman Shantyabudi Resmikan Mako Polairud Polda Jambi Ini Aturan Terkait Natal dan Tahun Baru Terhadap Sekolah 163 CPNS Tanjab Barat Terima SK Pengangkatan PNS Sarifudin Mengingatkan BLT Tidak Dimanfaatkan Untuk Mengambil Keuntungan

Home / Nasional

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:36 WIB

Kemenag Hadiah untuk NU, Haedar Nashir : Narasi Radikal

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. FOTO : ISt

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. FOTO : ISt

JAKARTA – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si menegaskan bahwa Indonesia termasuk lembaga-lembaga negara merupakan milik semua. Ia menegaskan lembaga-lembaga negara tidak bisa dikuasai atau disebut menjadi hadiah bagi satu kelompok saja.

“Semisal elite negeri yang menyatakan suatu Kementerian Negara lahir diperuntukkan golongan tertentu dan karenanya layak dikuasai oleh kelompoknya. Suatu narasi radikal yang menunjukkan rendahnya penghayatan keindonesiaan,” ujar Haedar dikutip dalam laman resmi Muhammadiyah dari Jakarta, Ahad (25/10).

BACA JUGA :  163 CPNS Tanjab Barat Terima SK Pengangkatan PNS

Haedar mengatakan, bahwa Indonesia sudah 76 tahun merdeka. Mestinya, segenap warga dan elite negeri semakin dewasa dalam berbangsa dan bernegara. Namun, kata dia, masih ada saja yang belum beranjak “akil-balig” dalam berbangsa dan bernegara.

Negara Republik Indonesia yang susah payah diperjuangkan kemerdekaannya oleh seluruh rakyat dengan segenap jiwa raga, direngkuh menjadi miliknya.

“Inilah ironi keindonesiaan. Suatu ironi bernegara yang sejatinya berlawanan arus dengan gempita Aku Pancasila, Aku Indonesia, Aku Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harga mati. Ironi sebagai bukti, Indonesia ternyata belum menjadi milik semua,” katanya.

BACA JUGA :  Polres Muaro Jambi Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana

Ia menjelaskan Indonesia lahir dan hidup untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali. Haedar mengutip pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI yang menyatakan bahwa pendirian negara Indonesia adalah untuk semua.

“Kita hendak mendirikan suatu negara buat semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan yang kaya, tetapi semua buat semua,” katanya mengutip pidato Presiden pertama Republik Indonesia itu.

BACA JUGA :  Ini Aturan Terkait Natal dan Tahun Baru Terhadap Sekolah

Menurutnya, ketika ada warga atau elite bangsa atau golongan yang mengklaim Indonesia seolah miliknya dan diperuntukkan bagi diri sendiri atau kelompoknya, maka telah keluar dari fondasi yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa.

“Sama halnya bila muncul asumsi bahwa Negara Indonesia yang tidak dikelola olehnya, maka salah semua. Pandangan, sikap, dan orientasi tindakan yang ironi seperti itu merupakan bentuk disorientasi berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Lanjut ke halaman berikutnya….>>

Share :

Baca Juga

Nasional

4 Provinsi Ini Tergolong Rawan Bencana Hidrometeorologi La Nina

Politik

Pengurus Partai Berkarya Kubu Muchdi Anulir Seluruh Rekomendasi di Pilkada 2020

Nasional

5 Provinsi Diberi ‘Rapor Merah’ Selama PPKM Level 4

Nasional

Demi Angkat Guru Honorer Jadi ASN, Komisi X Buka Opsi Revisi UU ASN

Nasional

Ketum Partai Berkarya Bukan Lagi Tommy Suharto, Rekom Usungan Pilkada 2020 Dibatalkan

Nasional

Bertepatan Dengan Hari Pahlawan, Vaksinasi Berhadiah Sepeda Motor Resmi Dibuka

Berita

Empat Pelamar CPNS 2019 di Tanjab Barat Dipastikan Tidak Ikut Ujian SKD

Advetorial

Bupati Safrial Jadi Nasasumber FGD Revitalisasi Kemitraan Program Prukades di Jakarta