Kerikil Tajam di Final Gubernur Cup 2026: Asprov Harus Tegas, Jangan Biarkan Kericuhan Jadi Tradisi Tahunan!

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ciplikan Kericuhan massal yang pecah dalam laga final antara Kota Jambi melawan Kabupaten Merangin di Stadion Swarnabhumi, Pijoan, Minggu (25/1/26). FOTO : LT

Ciplikan Kericuhan massal yang pecah dalam laga final antara Kota Jambi melawan Kabupaten Merangin di Stadion Swarnabhumi, Pijoan, Minggu (25/1/26). FOTO : LT

JAMBI – Puncak gelaran Gubernur Cup Jambi 2026 kembali ternodai oleh aksi memalukan. Kericuhan massal yang pecah dalam laga final antara Kota Jambi melawan Kabupaten Merangin di Stadion Swarnabhumi, Pijoan, Minggu (25/1), menjadi rapor merah yang mencoreng wajah sepak bola Jambi di awal tahun ini.

Insiden baku hantam antar-pemain yang merembet hingga aksi masuknya suporter ke tengah lapangan (pitch invasion) memicu kemarahan publik. Pasalnya, kericuhan seperti ini seolah-olah telah menjadi “penyakit kronis” yang kerap terjadi di hampir setiap edisi Gubernur Cup dari tahun ke tahun tanpa ada solusi permanen.

Desakan agar Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jambi bersikap keras dan tidak kompromi kini menggema luas. Masyarakat menilai, sanksi yang selama ini dijatuhkan dianggap belum memberikan efek jera, mengingat insiden kekerasan seolah menjadi menu wajib setiap kali turnamen bergengsi ini mencapai babak krusial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak bisa lagi hanya menyebut ini sebagai luapan emosi sesaat. Kejadian seperti ini kerap terjadi di setiap even Gubernur Cup. Ini adalah tanda bahwa sistem pengamanan dan penegakan disiplin kita masih jalan di tempat,” tegas salah satu pengamat sepak bola lokal yang hadir di stadion.

Bahkan, kehadiran Gubernur Jambi Al Haris yang harus turun langsung ke lapangan untuk melerai massa menjadi sinyal kuat bahwa otoritas pertandingan telah gagal mengendalikan situasi secara preventif. Kemenangan Kota Jambi via adu penalti pun terasa hambar di bawah bayang-bayang anarkisme lapangan hijau.

Asprov PSSI Jambi kini dituntut untuk tidak hanya sekadar memberikan sanksi administratif formalitas. Harus ada langkah revolusioner, mulai dari blacklist pemain yang terlibat kekerasan, sanksi berat bagi asosiasi kabupaten/kota yang tidak mampu membina suporternya, hingga evaluasi total terhadap standar pengamanan pertandingan.

Jika Asprov tidak segera mengambil tindakan luar biasa, maka Gubernur Cup Jambi terancam hanya akan dikenal sebagai turnamen penuh kekerasan daripada ajang pencarian bakat sepak bola Jambi.

Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan oleh Asprov PSSI Jambi untuk menangani masalah ini meliputi:
  • Penerapan Kode Disiplin: Menggunakan Kode Disiplin PSSI secara konsisten dan tegas terhadap pemain, ofisial, dan suporter yang terlibat dalam insiden kekerasan atau kericuhan.
  • Peningkatan Keamanan: Berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat untuk meningkatkan pengamanan di stadion selama pertandingan guna mencegah masuknya suporter ke lapangan dan mengendalikan potensi kericuhan.
  • Sosialisasi dan Edukasi: Melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya sportivitas dan fair play kepada pemain, ofisial, dan suporter sebelum dan selama turnamen.
  • Peninjauan Kembali Penyelenggaraan Turnamen: Mengevaluasi secara menyeluruh penyelenggaraan turnamen Gubernur Cup, termasuk Panitia Pelaksana, untuk mengidentifikasi kelemahan dalam aspek keamanan dan pencegahan kericuhan.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, diharapkan Asprov PSSI Jambi dapat menciptakan Turnamen Gubernur Cup yang aman, tertib, dan menjadi ajang pembinaan bakat sepak bola di Jambi yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.***
Apa Penadapat Anda Terkait Berita Ini?

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kejadian dalam Sehari Warga Lompat ke Sungai, Jembatan Aur Duri I Perlu Pengamanan Pagar Tinggi dan CCTV
Harapan Nelayan bisa Sejahtera, Pemkab dan DPRD serahkan bantuan Pompong
Edi Purwanto Minta Pemerintah Daerah Pastikan Ketersediaan Air Bersih
Anggota Dewan, Budiyako Serap Aspirasi Juru Parkir di Kota Jambi
Kasus Dugaan Korupsi PDAM Terus Bergulir, Air Ikutan Tak Lancar Mengalir
Rakyat Mendesak Agar MPR RI Segera Melaksanakan Sidang Istimewa Untuk Mengembalikan UUD 1945 yang Telah Dibajak Melalui Amandemen
Poktan Desa Badang Tolak Tawaran Pola Usaha Produktif PT DAS senilai Rp22 Milyar
Warga Mulai Gerah, Sudah Setengah Bulan Suplay Air PDAM Tak Kunjung Normal
Berita ini 3 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 11:35 WIB

Kerikil Tajam di Final Gubernur Cup 2026: Asprov Harus Tegas, Jangan Biarkan Kericuhan Jadi Tradisi Tahunan!

Sabtu, 17 Januari 2026 - 00:51 WIB

Dua Kejadian dalam Sehari Warga Lompat ke Sungai, Jembatan Aur Duri I Perlu Pengamanan Pagar Tinggi dan CCTV

Selasa, 12 November 2024 - 21:28 WIB

Harapan Nelayan bisa Sejahtera, Pemkab dan DPRD serahkan bantuan Pompong

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 13:37 WIB

Edi Purwanto Minta Pemerintah Daerah Pastikan Ketersediaan Air Bersih

Selasa, 4 Juni 2024 - 00:02 WIB

Anggota Dewan, Budiyako Serap Aspirasi Juru Parkir di Kota Jambi

Berita Terbaru