Refleksi Final Gubernur Cup 2026: Sepak Bola Jambi Butuh Skill, Tapi Lebih Butuh Membangun Budaya Sabar di Lapangan Hijau

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 00:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sepak Bola Jambi Butuh Skill, Tapi Lebih Butuh Manajemen Emosi. FOTO : IST

Sepak Bola Jambi Butuh Skill, Tapi Lebih Butuh Manajemen Emosi. FOTO : IST

JAMBI – Kemenangan Kota Jambi atas Kabupaten Merangin di Final Gubernur Cup 2026, Minggu (25//1/26) seharusnya menjadi berita utama yang membanggakan. Namun, tajuk berita justru tertutup oleh kepulan emosi dan aksi baku pukul. Stadion Swarna Bhumi Pijoan kembali menjadi saksi bahwa masalah terbesar sepak bola kita bukanlah kurangnya bakat, melainkan rendahnya kontrol diri.

Saat ini, sudah saatnya kita mempertimbangkan langkah-langkah preventif untuk menjaga marwah turnamen ini:

  1. Program Pembekalan Mental: Alangkah baiknya jika di masa depan, setiap tim yang berlaga di Gubernur Cup mendapatkan sesi penguatan mental atau psikologi olahraga. Ini akan membantu mereka memahami cara mengelola stres saat pertandingan krusial.
  2. Peran Keteladanan Ofisial: Staf pelatih dan manajemen tim memiliki peran besar sebagai penenang. Dengan kontrol diri yang baik dari pinggir lapangan, para pemain muda pun akan terinspirasi untuk bermain dengan kepala dingin.
  3. Ofisial Sebagai Provokator: Seringkali api kericuhan bukan disulut oleh pemain di lapangan, melainkan ofisial di pinggir lapangan yang gagal menahan diri. Mereka seharusnya menjadi penenang, bukan justru menjadi garda terdepan dalam adu jotos.
  4. Mentalitas “Menang Harga Mati”: Tekanan tinggi dalam turnamen gengsi daerah membuat sportivitas seringkali dikorbankan demi gengsi daerah. Pemain perlu dididik bahwa kekalahan adalah bagian dari evaluasi, bukan alasan untuk anarki.
  5. Citra Sepak Bola Daerah: Jika setiap final selalu berakhir ricuh, sponsor akan lari, dan orang tua akan takut membiarkan anak-anak mereka mengejar karier di sepak bola. Kita sedang menghancurkan masa depan atlet kita sendiri.
  6. Visi Jangka Panjang: Kita semua ingin melihat sepak bola Jambi melahirkan talenta nasional. Untuk mencapai itu, kita harus menanamkan nilai bahwa karakter yang kuat dan sikap respek adalah identitas utama atlet dari Bumi Jambi.

Rekomendasi untuk Asprov PSSI Jambi dan Panitia:
Sudah saatnya sertifikasi kepelatihan dan pendaftaran pemain di Gubernur Cup menyertakan Tes Psikologi atau Workshop Manajemen Konflik. Tim yang tidak mampu mengontrol ofisialnya harus diberi sanksi diskualifikasi permanen dari turnamen di tahun berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan biarkan Gubernur Cup hanya menjadi ajang “hujan bogem mentah” tahunan. Kita ingin melihat gol indah, bukan bogem mentah.

Mari kita jadikan insiden kemarin sebagai titik balik untuk berbenah. Kita berharap Gubernur Cup mendatang menjadi panggung yang murni merayakan bakat dan persaudaraan antardaerah, di mana setiap gol dirayakan dengan kegembiraan, dan setiap kekalahan diterima dengan kebesaran hati.

#SepakBolaDamai atau #GubernurCupJambi.

Penulis : Ridho [Pecinta Sepak Bola Jambi]

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Masa Depan Organisasi yang Unggul melalui Integrasi Tata Kelola, Kinerja, Digitalisasi, dan Kolaborasi Berkelanjutan
Monitoring Kolaborasi dengan Swasta, dan Akuntabilitas: Tiga Kunci Menjaga Pelayanan Publik Tetap Berpihak pada Masyarakat
Selendang Budaya Banyuwangi “Osing”
Privatisasi, Komersialisasi, dan Efisiensi BUMN PT Pelindo: Antara Tuntutan Pasar dan Kepentingan Publik
Transformasi Digital Korporasi Publik: Antara Inovasi Pelayanan dan Tantangan Tata Kelola di Indonesia
Integrasi Transformasi Digital Untuk Keberlanjutan Organisasi
Transformasi Digital pada Perumda Air Minum (PDAM) di Berbagai Daerah di Indonesia Sebagai Wujud Transformasi Digital Korporasi Publik
BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”
Berita ini 89 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:01 WIB

Membangun Masa Depan Organisasi yang Unggul melalui Integrasi Tata Kelola, Kinerja, Digitalisasi, dan Kolaborasi Berkelanjutan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:21 WIB

Monitoring Kolaborasi dengan Swasta, dan Akuntabilitas: Tiga Kunci Menjaga Pelayanan Publik Tetap Berpihak pada Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:46 WIB

Selendang Budaya Banyuwangi “Osing”

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:11 WIB

Privatisasi, Komersialisasi, dan Efisiensi BUMN PT Pelindo: Antara Tuntutan Pasar dan Kepentingan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:25 WIB

Transformasi Digital Korporasi Publik: Antara Inovasi Pelayanan dan Tantangan Tata Kelola di Indonesia

Berita Terbaru

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pembahasan Rancangan KUA-PPAS 2027. (Foto: Dok. Istimewa)

Berita

DPRD Tanjab Barat Jadwalkan Ulang Pembahasan KUA-PPAS

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:10 WIB

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Jambi bersama jajaran pejabat Polda Jambi melakukan koordinasi dan pendataan di lokasi kebakaran kompleks Asrama Polisi, Jambi, Kamis (30/7/2026). Insiden yang menghanguskan delapan unit rumah dinas ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. (Foto: Dok. Istimewa)

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan 8 Asrama Polisi di Jambi, Korban Jiwa Nihil

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:47 WIB