KPU Tanjabbar Masih Lakukan Coklit Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2020

  • Whatsapp
FOTO : Ahmad Hadziq, S.HI, Divisi Program dan Data Ketua KPUD Tanjab Barat Ahmad Hadziq

KUALA TUNGKAL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kini tengah melakukan tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) untuk Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Hasil dari proses coklit akan menjadi bahan KPU dalam menyusun daftar pemilih Pilkada.

Berita Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Tanjab Barat Khairuddin, melalui Bagian Divisi Program dan Data, Ahmad Hadziq, Selasa (28/07/20).

Ia mengatakan, sesuai jadwal tahapan Coklit yang dilakukan KPU Tanjung Jabung Barat yang telah dilaksanakan oleh Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) mulai dari tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2020 mendatang.

“Sekarang pendataan coklit masih terus berlangsung, petugas kita di bawah Petugas Pemungutan Data Pemilih (PPDP) sudah mendatangi rumah warga door to door. Dengan cara menyesuaikan data pemilih itu dengan KTP Elektronik dan Kartu Keluarga,” ujar Hadziq.

Kata Hadziq, data terakhir Coklit dari seluruh Kecamatan yang sudah dilaporkan mencapai 60 persen.

“Kita minta laporannya kemarin, sudah mencapai 60 persen yang sudah dilakukan pencoklitan.Dan ini akan terus berjalan sampai akhir masa kerjanya 13 Agustus 2020,” ucapnya.

Sementara itu, Haziq menyebutkan, gendala dilapangan yang sering disampaikan petugas PPDP masalah administrasi kependudukan. Karena kata Haziq, warga yang pindah tetapi tidak mengurus administrasi kependudukan.

“Ada juga yang sudah meninggal tetapi masih ada datanya,karena menurut dari dukcapil Tanjab Barat,selama tidak ada laporan,maka datanya itu akan muncul terus,” jelasnya.

Hal itulah, yang ingin di buktikan dilapangan melalui Coklit ini, kalau ada keterangan meninggal dari keluarga nya itu akan kita coret atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Menurut nya, disetiap Kecamatan selalu ada hal yang terjadi seperti itu, setelah itu orang yang pindah tempat, tetapi kata dia,yang pindah itu terkadang masih dalam satu Kecamatan.

“Kalau kejadian seperti itu, maka data itu kita TMS kan, karena tidak ditemukan orang yang bersangkutan atau tidak dikenal maka kita akan data dengan data pemilih sehingga kita tidak menghilangkan hak pilih orang yang bersangkutan,” pungkasnya.

FOTO : Ahmad Hadziq, S.HI, Divisi Program dan Data Ketua KPUD Tanjab Barat Ahmad Hadziq

Berita terkait