MERANGIN – Perjuangan tanpa lelah Tim SAR Gabungan dalam memecah keheningan Sungai Batang Mesumai akhirnya membuahkan hasil pilu. Di bawah terik matahari pada hari ketiga pencarian, Senin (04/05/2026), jasad Yahya (57) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pria paruh baya ini sebelumnya hilang misterius dan ditelan derasnya arus sungai sejak Jumat, 1 Mei lalu.
Jejak Sunyi di Tepi Sungai
Misteri ini bermula pada Jumat siang yang tenang, saat Yahya pamit untuk menyeberangi sungai menuju kebunnya. Namun, hingga malam menjemput, ia tak kunjung pulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga yang dirundung kecemasan hanya bisa terpaku saat menyisir tepi sungai. Mereka menemukan sepeda motor, tas, kacamata, dan sandal milik korban tergeletak membisu di tepi air. Benda-benda itu menjadi saksi bisu detik-detik terakhir sebelum korban diduga tergelincir dan hanyut terbawa arus liar Sungai Batang Mesumai.
Menembus Arus dan Keputusasaan
Senin pagi pukul 07.00 WIB, asa kembali dinyalakan. Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). Dengan mengerahkan tiga unit perahu karet (Rubber Boat), mereka menyisir aliran sungai yang berbahaya sejauh 16 kilometer ke arah hilir.
Operasi kemanusiaan ini menyatukan berbagai pihak:
- Pos SAR Bungo & BPBD Merangin
- Babinsa & Polsek Kota Bangko
- SAR MTA & warga setempat yang bahu-membahu menolak menyerah.
Akhir yang Memilukan: 50 Kilometer dari Titik Hilang
Pukul 14.24 WIB, secercah informasi memecah ketegangan. Seorang warga melihat tubuh manusia terapung di koordinat 2° 6’33.00″S – 102°32’3.00″E. Jaraknya sungguh luar biasa—50 kilometer jauhnya ke arah hilir dari titik awal korban dilaporkan hilang. Arus sungai yang ganas telah membawa tubuh Yahya begitu jauh dari rumahnya.
Tim SAR langsung bergerak cepat menembus medan demi mengevakuasi jenazah korban. Tangis haru dan duka pecah saat jasad Yahya dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Bangko sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga untuk kepulangan terakhirnya.
Belasungkawa dari Tim SAR Gabungan
Menanggapi akhir dari pencarian yang memilukan ini, perwakilan dari Tim SAR Gabungan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada pihak keluarga korban.
Pada pukul 14.35 WIB, setelah evaluasi singkat (debriefing), Operasi SAR resmi ditutup. Seluruh personel kembali ke kesatuan dengan duka mendalam, namun telah menuntaskan tugas mulia mereka memulangkan korban ke pelukan keluarga.*
Penulis : Angah
Editor : Tim Redkasi
Sumber Berita: Kantor SAR Jambi











