ROKAN HILIR – Langit Panipahan memerah, bukan karena senja, melainkan oleh kobaran api amarah. Jumat (10/04/2026), ratusan warga yang sudah kehilangan kesabaran memutuskan untuk mengambil alih peran negara. Sebuah rumah permanen yang diduga kuat sebagai benteng peredaran sabu-sabu dihancurkan massa, sementara beberapa unit sepeda motor hangus menjadi arang di tengah jalan.
Video yang viral di TikTok memperlihatkan pemandangan yang ironis sekaligus getir: aparat kepolisian tampak hadir di lokasi, namun kekuasaan mereka seolah menguap di hadapan massa yang beringas. Mereka hanya menjadi saksi bisu saat hukum jalanan ditegakkan.
Di tengah kerumunan, beberapa unit sepeda motor yang berada di area lokasi ditarik ke tengah dan dibakar. Kepulan asap hitam membubung tinggi (seperti terlihat di foto), menciptakan pemandangan yang dramatis dan penuh amarah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan Sekadar Anarki, Tapi Frustrasi
Ledakan massa ini bukanlah aksi spontan tanpa sebab. Ini adalah akumulasi dari rasa muak warga terhadap racun narkoba yang diduga dibiarkan merajalela di lingkungan mereka. Teriakan kekecewaan yang terdengar dalam rekaman video menjadi bukti otentik bahwa ada sumbat yang mampet dalam saluran penegakan hukum di wilayah tersebut.
Dugaan Pembiaran: Mengapa Polisi Diam?
Kini, spekulasi liar mulai menyeruak. Mengapa sarang narkoba yang sudah menjadi rahasia umum harus menunggu tangan rakyat untuk “dieksekusi”? Munculnya dugaan pembiaran oleh Aparat Penegak Hukum (APH) menjadi isu panas yang menuntut jawaban transparan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih bungkam, menambah tebal kabut ketidakpercayaan publik.
Alarm Keras bagi Negara
Peristiwa Panipahan adalah potret buram penegakan hukum di Riau. Jika aparat tidak segera berbenah dan mengembalikan kepercayaan masyarakat, maka aksi “eksekusi mandiri” seperti ini hanyalah awal dari gelombang ketidakpatuhan hukum yang lebih besar. Di Panipahan, rakyat telah menunjukkan: ketika hukum dianggap “lumpuh”, maka api yang akan berbicara.**
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal


















Komentar