Arus Deras dan Jarak Pandang Nol Jadi Penghambat Pencarian Korban Pekerja Dermaga di Sungai Limau

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi solidaritas spontan dari masyarakat desa sekitar ini dikerahkan untuk membantu tim SAR gabungan menyisir area permukaan dan pinggiran aliran sungai yang keruh guna mempercepat penemuan dua pekerja dermaga yang hilang terseret arus deras, Sabtu (23/5/2026). (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

Aksi solidaritas spontan dari masyarakat desa sekitar ini dikerahkan untuk membantu tim SAR gabungan menyisir area permukaan dan pinggiran aliran sungai yang keruh guna mempercepat penemuan dua pekerja dermaga yang hilang terseret arus deras, Sabtu (23/5/2026). (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

SENYERANG — Operasi SAR pencarian dua pekerja pengelasan berinisial I dan NA yang hilang akibat ambruknya jembatan dermaga Sungai Limau kini memasuki hari keempat, Sabtu (23/5/2026). Meski radius penyisiran telah diperluas dan ratusan relawan antardesa telah diterjunkan, tim gabungan di lapangan harus berhadapan dengan kondisi alam yang sangat ekstrem dan tidak bersahabat.

Kepala Subseksi Operasi SAR Basarnas Jambi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim selam di dasar air adalah pergerakan arus bawah sungai yang sangat kuat dan dinamis. Arus deras ini tidak hanya membahayakan keselamatan para penyelam, tetapi juga menyulitkan mereka untuk mempertahankan posisi di sekitar titik koordinat jatuhnya korban maupun di sisa-sisa reruntuhan tiang dermaga.

Jarak Pandang Nol Akibat Lumpur Pekat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain faktor arus yang kuat, visibilitas atau jarak pandang di dalam air dilaporkan berada pada tingkat yang sangat minim, bahkan mencapai titik nol. Tingginya kekeruhan air yang disebabkan oleh pekatnya lumpur sungai membuat deteksi visual secara manual menjadi hampir mustahil untuk dilakukan.

Para penyelam terpaksa mengandalkan teknik perabaan atau pencarian taktil di dasar sungai yang dipenuhi sisa material bangunan jembatan dermaga yang ambruk. Hal ini membuat proses pencarian memakan waktu yang jauh lebih lama dan membutuhkan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi agar tidak mencederai petugas.

Batas Waktu Operasi SAR dan Harapan Keluarga

Sesuai dengan regulasi dan ketentuan operasional yang berlaku, proses pencarian resmi oleh negara dipastikan akan berjalan maksimal selama 7 hari sejak hari pertama kejadian, yakni Rabu (20/5/2026). Dengan sisa waktu yang terus berjalan, tim SAR gabungan bersama ratusan warga setempat kini harus berpacu dengan waktu melawan kendala-kendala alam tersebut.

Sementara itu, suasana haru terus menyelimuti posko darurat di tepi sungai. Pihak keluarga kedua korban yang setia menunggu tetap melantunkan doa bersama. Mereka berharap ada mukjizat di tengah sulitnya medan pencarian, agar keberadaan atau jasad anggota keluarga mereka dapat segera ditemukan sebelum batas waktu operasi pencarian berakhir.

Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H. bersama jajaran personel, tim SAR, dan tokoh masyarakat memantau kondisi sisa bangunan jembatan dermaga Sungai Limau yang ambruk di Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (22/5/2026). Peninjauan langsung pada hari ketiga pencarian ini dilakukan untuk memetakan titik koordinat jatuhnya dua pekerja pengelasan yang hilang terseret arus, sekaligus mengevaluasi kendala teknis dan struktur bangunan di lapangan guna mempercepat proses evakuasi. (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

Penulis : Angah

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal.com

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memasuki Hari Ke-4, Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Batang Tembesi Belum Ditemukan
Indra, Pemancing Pematang Sulur Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas
Tragis! 5 Warga Kerinci Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Dumai
Hilang Sejak Kamis Malam, Warga Pematang Sulur Diduga Tenggelam saat Memancing di Buluran Kenali
Satu Korban Pekerja Dermaga Runtuh di Sungai Limau Ditemukan Meninggal Dunia 25 Km dari Lokasi Awal
Hari Kelima : Pencarian 2 Korban Kecelakaan Kerja Dermaga Sungai Limau Nihil, Korban Tertindih Material Reruntuhan?
Laka Maut di Tol Paspro: Mobil Anggota DPR RI Gus Hilman Tabrak Truk, Dua Staf Meninggal Dunia
Tragedi Dermaga Ambruk: Tiga Hari Berlalu, Sungai Landak Belum Mengembalikan Iyan dan Antoni
Berita ini 160 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:11 WIB

Memasuki Hari Ke-4, Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Batang Tembesi Belum Ditemukan

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:47 WIB

Indra, Pemancing Pematang Sulur Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tragis! 5 Warga Kerinci Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Dumai

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:48 WIB

Hilang Sejak Kamis Malam, Warga Pematang Sulur Diduga Tenggelam saat Memancing di Buluran Kenali

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:00 WIB

Satu Korban Pekerja Dermaga Runtuh di Sungai Limau Ditemukan Meninggal Dunia 25 Km dari Lokasi Awal

Berita Terbaru