SENYERANG — Operasi SAR pencarian dua pekerja pengelasan berinisial I dan NA yang hilang akibat ambruknya jembatan dermaga Sungai Limau kini memasuki hari keempat, Sabtu (23/5/2026). Meski radius penyisiran telah diperluas dan ratusan relawan antardesa telah diterjunkan, tim gabungan di lapangan harus berhadapan dengan kondisi alam yang sangat ekstrem dan tidak bersahabat.
Kepala Subseksi Operasi SAR Basarnas Jambi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim selam di dasar air adalah pergerakan arus bawah sungai yang sangat kuat dan dinamis. Arus deras ini tidak hanya membahayakan keselamatan para penyelam, tetapi juga menyulitkan mereka untuk mempertahankan posisi di sekitar titik koordinat jatuhnya korban maupun di sisa-sisa reruntuhan tiang dermaga.
Jarak Pandang Nol Akibat Lumpur Pekat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain faktor arus yang kuat, visibilitas atau jarak pandang di dalam air dilaporkan berada pada tingkat yang sangat minim, bahkan mencapai titik nol. Tingginya kekeruhan air yang disebabkan oleh pekatnya lumpur sungai membuat deteksi visual secara manual menjadi hampir mustahil untuk dilakukan.
Para penyelam terpaksa mengandalkan teknik perabaan atau pencarian taktil di dasar sungai yang dipenuhi sisa material bangunan jembatan dermaga yang ambruk. Hal ini membuat proses pencarian memakan waktu yang jauh lebih lama dan membutuhkan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi agar tidak mencederai petugas.
Batas Waktu Operasi SAR dan Harapan Keluarga
Sesuai dengan regulasi dan ketentuan operasional yang berlaku, proses pencarian resmi oleh negara dipastikan akan berjalan maksimal selama 7 hari sejak hari pertama kejadian, yakni Rabu (20/5/2026). Dengan sisa waktu yang terus berjalan, tim SAR gabungan bersama ratusan warga setempat kini harus berpacu dengan waktu melawan kendala-kendala alam tersebut.
Sementara itu, suasana haru terus menyelimuti posko darurat di tepi sungai. Pihak keluarga kedua korban yang setia menunggu tetap melantunkan doa bersama. Mereka berharap ada mukjizat di tengah sulitnya medan pencarian, agar keberadaan atau jasad anggota keluarga mereka dapat segera ditemukan sebelum batas waktu operasi pencarian berakhir.

Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com












Komentar