SAROLANGUN – Operasi pencarian terhadap Bambang (8), bocah yang hanyut terbawa arus Sungai Batang Tembesi di Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, kini telah memasuki hari keempat (H4), Jumat (12/6/2026). Puluhan personel gabungan masih bersiaga dan menyisir sungai, namun tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.
Peristiwa nahas ini bermula pada Selasa (9/6/2026) sore, saat korban sedang mandi di sungai bersama tiga orang temannya. Secara mendadak, korban terseret arus sungai yang sangat deras dan langsung menghilang. Upaya pencarian mandiri oleh pihak keluarga dan warga setempat pada malam kejadian tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya insiden ini dilaporkan ke pihak berwenang oleh Babinsa Pauh, Bapak Guntur.
Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi melalui Tim Rescue Pos SAR Bungo langsung bergerak cepat. Menempuh jarak 111 kilometer selama 4,5 jam, tim penyelamat langsung mendirikan posko dan memulai operasi pencarian terpadu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak Rabu (10/6/2026) pagi, Tim SAR Gabungan yang melibatkan sedikitnya 27 personel telah membagi kekuatan menjadi 3 Search and Rescue Unit (SRU):
- SRU 1 (Rescuer Pos SAR Bungo): Melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (Landing Craft Rubber/LCR) di sisi kanan sungai ke arah hilir sejauh 4 KM.
- SRU 2 (BPBD dan Damkar Sarolangun): Menyisir sisi kiri sungai sejauh 4 KM menggunakan unit LCR.
- SRU 3 (SAR MTA): Bersiaga melakukan pemantauan visual di sekitar lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP).
Operasi kemanusiaan ini didukung penuh oleh alut (alat utama) lengkap, mulai dari mobil rescue, empat unit perahu karet, peralatan medis, peralatan evakuasi, hingga alat komunikasi.
Doa dan Dukungan Mengalir Terbuka
Seiring berjalannya waktu yang krusial ini, simpati, doa, dan dukungan moril terus mengalir dari masyarakat luas, baik secara langsung di lokasi kejadian maupun melalui jejaring sosial. Warga sekitar bersama tokoh agama setempat juga menggelar doa bersama di sekitar posko pencarian, memohon perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa agar proses evakuasi diberikan kelancaran. Masyarakat berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi ujian berat ini, serta berharap ada mukjizat agar Ananda Bambang bisa segera ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung secara masif di bawah kondisi cuaca lokal yang terpantau berawan. Tim SAR Gabungan bersama seluruh potensi masyarakat berkomitmen untuk terus berjuang melakukan penyisiran tanpa lelah dan berharap korban dapat segera ditemukan**
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com












Komentar