Antisipasi AI Gantikan Pekerja, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Kerja

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli saat menghadiri Asia and the Pacific Group (ASPAG) Ministerial Meeting 2026 di Palais des Nations, Jenewa, Swiss (9/6/2026). Dalam forum ini, Indonesia mendorong kolaborasi antarnegara untuk menyiapkan keterampilan tenaga kerja masa depan guna menghadapi disrupsi teknologi. (FOTO : Dok. Biro Humas Kemnaker)

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli saat menghadiri Asia and the Pacific Group (ASPAG) Ministerial Meeting 2026 di Palais des Nations, Jenewa, Swiss (9/6/2026). Dalam forum ini, Indonesia mendorong kolaborasi antarnegara untuk menyiapkan keterampilan tenaga kerja masa depan guna menghadapi disrupsi teknologi. (FOTO : Dok. Biro Humas Kemnaker)

Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara Asia Pacific Group (ASPAG) untuk memperkuat kerja sama pelatihan keterampilan masa depan. Langkah ini menjadi respons penting atas tantangan dunia kerja yang mulai tergeser oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ajakan tersebut disampaikan Menaker dalam Pertemuan Menteri ASPAG di sela-sela Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6/2026).

“Tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi pengalaman dan saling belajar,” ujar Menaker Yassierli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan Nyata Pekerja Asia Pasifik

Menaker menjelaskan bahwa kawasan Asia Pasifik menghadapi masalah ketenagakerjaan yang rumit. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Angka pengangguran yang masih tinggi.
  2. Maraknya sektor pekerjaan informal.
  3. Risiko hilangnya pekerjaan akibat teknologi dan AI.
  4. Kebutuhan kebijakan yang adil agar tidak ada kelompok yang tertinggal.

Oleh karena itu, kerja sama antarnegara sangat dibutuhkan agar para pekerja siap menghadapi kebutuhan industri baru, namun tetap mendapatkan perlindungan yang layak.

Langkah Nyata Indonesia

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia fokus mengatasi ketidaksesuaian (mismatch) antara keahlian pencari kerja dan kebutuhan pasar. Ada dua program utama yang dijalankan pemerintah saat ini:

    1. Program Pemagangan Nasional
        • Target: Lulusan perguruan tinggi.
        • Bentuk: Magang kerja selama 6 bulan di industri.
        • Fasilitas: Uang saku dari pemerintah setara upah minimum.
        • Target peserta: 150.000 orang tahun ini.

    2. Program Pelatihan Vokasi Nasional
        • Target: Lulusan SMA dan sederajat.
        • Target peserta: 300.000 orang.

Menaker menegaskan kedua program ini dibuat secara inklusif. Peluang ini dibuka lebar untuk perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.

5 Bidang Kerja Sama yang Ditawarkan Indonesia

Dalam forum tersebut, Indonesia menawarkan kolaborasi pada sejumlah bidang prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat:

  • Kurikulum Vokasi Baru: Menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan industri masa depan.
  • Pusat Pelatihan Disabilitas: Membuka akses kerja yang lebih setara bagi penyandang disabilitas.
  • Komunitas Sektor Pertanian: Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani lokal.
  • Klinik Produktivitas: Membantu pekerja dan pelaku usaha beradaptasi dengan teknologi baru.
  • Pusat Teknologi Tepat Guna: Menyediakan inovasi teknologi yang mudah diterapkan masyarakat.

Melalui kerja sama ASPAG ini, Indonesia ingin memastikan kemajuan teknologi tidak menjadi ancaman, melainkan peluang untuk memperluas keterampilan dan memperkuat perlindungan bagi seluruh pekerja.**

Penulis : Angah

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dongkrak Daya Saing, Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal 50 UMKM Binaan
Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
Wamenaker Afriansyah Noor: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Aksi Nyata, Bukan Janji
Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP untuk Jadi Mitra MagangHub
Kemnaker dan GERTANUSA Jajaki Kolaborasi Pengembangan SDM
Menaker: Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Organisasi Pekerja Kunci Penguatan Daya Saing Tenaga Kerja
Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis
Perkuat Pengawasan, Kemnaker Resmi Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan
Berita ini 44 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:06 WIB

Dongkrak Daya Saing, Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal 50 UMKM Binaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:40 WIB

Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:02 WIB

Wamenaker Afriansyah Noor: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Aksi Nyata, Bukan Janji

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:14 WIB

Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP untuk Jadi Mitra MagangHub

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:20 WIB

Kemnaker dan GERTANUSA Jajaki Kolaborasi Pengembangan SDM

Berita Terbaru