LIVE
Ini Agenda Kunker Kemendikbudristek Dua Hari di Jambi Satgas Kolakopsrem 172/PWY Berhasil Evakuasi Jenazah Suster Maelani dari Jurang 300 Meter Bupati Muaro Jambi Minta 5.000 Vaksin Untuk Pelajar Dalam Peninjauan Mendikbudristek Wabup Hairan Zoom Meeting dengan Gubernur Terkait Kunker Mendikbudristek Bupati dan Forkopimda Ikuti Dialog Intraktif Penanganan COVID-19 dengan Kapolri dan Panglima TNI

Home / Peristiwa

Minggu, 25 Juli 2021 - 21:19 WIB

Longsor, Pelabuhan dan Bangunan Pasar Ikan di Kuala Enok Ambruk

Bangunan Pelabuhan Bongkar Muat Milik Syahbandar di Kecamatan Tanah Merah (Kuala Enok), Kabupaten Indragiri Hilir yang Hilang Terbawa Longsor, Minggu (25/07/21). FOTO : arbindonesia.com

Bangunan Pelabuhan Bongkar Muat Milik Syahbandar di Kecamatan Tanah Merah (Kuala Enok), Kabupaten Indragiri Hilir yang Hilang Terbawa Longsor, Minggu (25/07/21). FOTO : arbindonesia.com

PERISTIWA – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Ibu Kota Kecamatan Tanah Merah (Kuala Enok), Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (25/07/21) sekitar pukul 10.00 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, pelabuhan bongkar muat milik Syahbandar runtuh tanpa sisa hilang terbawa kedalam sungai.

Tak hanyai itu, bangunan pasar ikan yang tidak pernah difungsikan sebagaimana peruntukannya juga mengalami rusak berat.

Camat Tanah Merah, Antoni mengatakan bahwa sebelum pelabuhan bongkar muat Syahbandar dan pasar ikan tersebut mengalami longsor, sehari sebelumnya dua unit rumah warga juga ambruk akibat tanah longsor.

“Semalam (Sabtu, 24/7) dua unit rumah rusak akibat tanah longsor, hari ini sekitar pukul 10.00 wib pelabuhan Syahbandar dan pasar ikan juga runtuh akibat tanah longsor,” tutur Antoni seperri dikutip dari arbindonesia.com, Minggu (25/07/21).

BACA JUGA :  BREKING NEWS : Diduga Korsleting Listrik Satu Rumah Ludes Terbakar

Lanjutnya, sebelum pelabuhan bongkar muat yang berukuran sekitar 10×20 meter itu mengalami longsor tanpa sisa. Camat Tanah Merah juga mengatakan bahwa kondisi pelabuhan tersebut pada awalnya memang mengalami kemiringan sehingga tidak difungsikan sebagaimana layaknya aktivitas di pelabuhan bongkar muat lainya.

“Karena tidak ada pelabuhan bongkar muat lagi, mau tidak mau maka pelabuhan itu yang digunakan untuk bongkar muat,” kata Antoni.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Pabrik Kopi AAA di Selincah Jambi Terbakar

Sama halnya dengan pasar ikan tersebut kata Antoni, sejak dibangun beberapa tahun lalu hingga mengalami kerusakan akibat tanah longsor hari ini, pasar tersebut tidak pernah difungsikan sebagaimana fungsinya.

“Untuk korban jiwa atas peristiwa tanah longsor hari ini tidak ada,” tambahnya.

Dilangsir dari arbindonesia.com, sejak 4 bulan belakangan hingga saat ini (Minggu 25/07/21), sebanyak 22 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan akibat tanah longsor di Kecamatan Tanah Merah.

Dari hasil wawancara awak media ARB INdonesia kepada Camat Tanah Merah, Antoni, bahwa 20 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat tanah longsor akan dilakukan relokasi.

BACA JUGA :  Gubernur Jambi Apresiasi Danrem 042/Gapu Bangun Panti Asuhan

Hal tersebut telah mendapat persetujuan atas usulan yang diajukan Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Kelurahan dan Desa terkait melalui Dinas PUPR Provinsi Riau.

“Atas tindak lanjut usulan tersebut, hari Kamis nanti kami dipanggil oleh Dinas PUPR Provinsi untuk membuat pokja terkait relokasi rumah warga yang rusak akibat tanah longsor. Jadi total yang telah disetujui ada 20 rumah, dan 2 rumah yang baru mengalami tanah longsor masih menunggu persetujuan dari Dinas PUPR Provinsi Riau,” Antoni.(Edt)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Korsleting Genset, Sebuah Ruko di Kuala Tungkal Hampir Tebakar

Peristiwa

Pemuda Korban Tabrak Lari di KM 93 Muara Papalik Meninggal Dunia

Berita

Pasca Ledakan Sebuah Rumah, Kapolres Tanjab Barat Imbau Warga Tenang

Peristiwa

Satu Unit Motor dan Rumah Warga di Pengabuan Hangus Terbakar

Peristiwa

Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Wanita Membusuk di Kamar

Peristiwa

Gangguan Jaringan, Ini Penjelasan Resmi Telkomsel

Peristiwa

Penemuan Mayat Depan Kampus UNJA Kuala Tungkal, Polisi Evakuasi dengan APD Lengkap

Peristiwa

Tiga Hari Hilang, Nelayan Betara Kanan Ini Ditemukan Meninggal di Perairan Mendahara