KUALA TUNGKAL — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat langkah mitigasi jangka panjang untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menyadari luasnya hamparan lahan gambut yang rentan terbakar saat kemarau, Pemkab Tanjab Barat resmi mengusulkan pembentukan Kantor Daerah Operasi (Daops) Pengendalian Karhutla di tingkat kabupaten.
Usulan strategis ini dibahas langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Anwar Sadat dalam audiensi bersama Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Kepala P3E Sumatera, serta Kepala Balai Gakkum LHK Jambi di Ruang Rapat Bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus pada Pemadaman Dini
Bupati Anwar Sadat menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Tanjab Barat didominasi oleh lahan gambut luas. Kondisi ini memerlukan sistem penanganan yang cepat dan terintegrasi agar titik api bisa segera dipadamkan sebelum meluas. [1]
“Kehadiran Kantor Daops di tingkat kabupaten sangat penting untuk memperkuat sistem pencegahan. Dengan adanya pos operasional yang dekat dengan lokasi rawan, koordinasi lapangan akan lebih cepat dan pemadaman dini bisa dilakukan secara optimal,” ujar Bupati.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Tanjab Barat menyatakan siap mendukung penuh penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna merealisasikan pendirian kantor tersebut.
Solusi Ramah Lingkungan dan Penegakan Hukum
Dalam upaya pencegahan hilir, Pemkab Tanjab Barat juga menerapkan tiga langkah simultan di lapangan:
- Fasilitasi Petani: Menyalurkan bantuan unit traktor agar masyarakat dapat membuka lahan pertanian tanpa cara membakar.
- Infrastruktur Air: Menggencarkan pembangunan embung di sejumlah desa rawan untuk menjamin pasokan air saat terjadi kebakaran.
- Sanksi Tegas: Bersinergi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku pembakaran lahan tanpa kompromi sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu, peningkatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui pelatihan berkala terus digalakkan demi menjaga kesiapsiagaan di tingkat tapak.
Pengelolaan Lingkungan Terintegrasi
Di samping fokus pada karhutla, Bupati Anwar Sadat memaparkan komitmen daerah dalam pembenahan lingkungan sektor hilir, salah satunya melalui modernisasi pengelolaan sampah. Saat ini, mesin pemisah sampah modern telah dioperasikan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tejun Gajah.
“Langkah ini diambil agar pengelolaan limbah dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi dampak pencemaran. Kami optimistis kelestarian lingkungan yang terjaga akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui usulan pembentukan Kantor Daops ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat semakin solid demi mewujudkan Tanjung Jabung Barat yang bebas dari kabut asap.
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal








Komentar