indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Workshop Pengelolaan Keuangan dan Persiapan Audit Puskesmas dan Rumkit Cerita Pilu Tindaz Baraza Mendengar Anakanya Pratu Tuppal Gugur di Papua Warga Dua Desa di Kumpeh Ulu Cemas dengan Munculnya 2 Ekor Harimau Unit Reskrim Polsek Sungai Gelam Tangkap 5 Pelaku Terlibat Pencurian Bobol Rumah Kanim Kelas II TPI Kuala Tungkal Peringati HBI, Yasonna : Usia 72 Tahun Waktu yang Tepat Untuk Introspeksi

Home / Pilihan Editor

Rabu, 31 Maret 2021 - 20:42 WIB

Polres Tanjabbar Telusuri Dugaan Adanya Sempalan Kelompok Jaringan JAD

FOTO : Kapolres Tanjabar AKBP Guntur Saputro, SIK, MH

FOTO : Kapolres Tanjabar AKBP Guntur Saputro, SIK, MH

KUALA TUNGKAL – Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH mengaku pihaknya belum mendapatkan informasi terkait keberadaan kelompok pecahan JAD di Tanjab Barat.

Namun demikain dia menegaskan pihaknya tetap terus waspada dan melakukan penelusuran.

“Kalau kita, saya belum mendapat informasi masuk dari BINDA ya terkait hal itu,” katanya, Rabu (31/03/21)

Menurut Guntur saat ini pihaknya terus memperketat pengawasan dan pengamanan di semua wilayah Tanjab Barat.

“Kita tidak boleh underestimate atas kejadian di Makasar itu tetap kita lakukan peningkatan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Polda Jambi Buka Penerimaan Siswa SIPSS Tahun 2022

Guntur menegaskan pihaknya akan melakukan penelusuran lebih dalam terkait informasi dari Binda Provinsi Jambi tersebut, jika Tanjab Barat terdeteksi menjadi satu dari lima kabupaten yang memiliki jaringan JAD.

“Kita akan telusuri lagi jaringan yang ada ini, apa mengapa dan gimana, apakah itu sudah teridentifikasi apakah itu prediksi,” ucapnya.

Menurutnya sejumlah antisipasi sudah pihaknya lakukan termasuk tempat ibadah menjelang paskah nanti.

Mantan Kasubdit Indagsi Polda Jambi ini menyebutkan jalur laut juga menjadi prioritas untuk pengamanan. Sebab, bisa menjadi jalur masuk bagi orang yang berkepentingan.

BACA JUGA :  Warga Dua Desa di Kumpeh Ulu Cemas dengan Munculnya 2 Ekor Harimau

“Kemudian kita memiliki jalur air dan darat di prediksi menjadi rawan dan kita sudah tingkatkan dengan kewaspadaan dan meningkatkan pemeriksaan dan memnimilasir yang ada,” tandasnya.

Sebelumnya dikutip metrojambi.com Badan Intelejen Daerah (BINDA) Provinsi Jambi menyebutkan terdapat lima daerah yang menjadi wilayah pemantau BIN. Kelima wilayah itu yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Kota Jambi Bungo dan Tebo.

Namun, dari lima daerah itu kabupaten Tanjabar merupakan terbanyak keberadaan kelompok pecahan JAD.(*)

Share :

Baca Juga

Pilihan Editor

Mecah Rekor, 7 Anggota DKR Pramuka Bram Itam Ini Jalan Kaki selama 7 Hari 7 Malam Ke Kwarda Provinsi Jambi

Pilkada

Bawaslu Masih Temukan Kampanye Pilkada Tanpa STTP

Pilihan Editor

Dewan Muda Tanjabbar Ini Minta Disdikbud Tak Ragu Ambil Kebijakan

Pilkada

Debat Pertama Calon Gubernur Jambi Berjalan Lancar

Pilihan Editor

PT LPPPI Mengadakan Khitanan Bersama Untuk Warga Masyarakat di Tebing Tinggi

Pilihan Editor

Unit PPA Polres Tanjabbar Berikan Trauma Healing Pada Keluarga dan Anak Korban KDRT

Pilihan Editor

Besok, Polres Bersama Kodim dan Pemda Serta Stakeholder Terkait Gelar Penyemprotan Disinfectant Masal, Ini Rutenya

Pilihan Editor

Tahun Ini, 147 PNS di Pemkab Tanjab Barat Pensiun