LIVE TV
Turut Memajukan Cabor Taekwondo Tanjab Timur, PetroChina Bantu Peralatan Latihan PWI Sumut Kecam Penembakan Pemred Media Lokal Medan Bikin Resah Warga, Polisi Akan Bidik Pinjol Ilegal Pembelajaran Tatap Muka di Tebing Tinggi Akan Dilaksanakan Dengan Aturan Ketat Tanjabbar Kembali Berlakukan Jam Malam, Prokes Diperketat

Home / Pemerintahan

Kamis, 27 Mei 2021 - 08:18 WIB

Potensi Menjanjikan, Hairan ; Harusnya Ada Juga Reflating Kelapa Dalam

Wakil Bupati Tanjab Barat Hairan, SH pada Acara Dialog Nasional Membangun Literasi Kelapa Menuju Kedaulatan Produksi Pangan Dalam Negeri di Teater Perpustakaan Nasional Jakarta, Kamis (20/05/21). FOTO : Prokopim.

Wakil Bupati Tanjab Barat Hairan, SH pada Acara Dialog Nasional Membangun Literasi Kelapa Menuju Kedaulatan Produksi Pangan Dalam Negeri di Teater Perpustakaan Nasional Jakarta, Kamis (20/05/21). FOTO : Prokopim.

KUALA TUNGKAL – Sektor yang memegang peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia adalah sektor perkebunan yang harus terus diremajakan untuk memperbaiki mutu produksi.

Perkebunan yang dimaksud ini adalah kelapa. Kelapa adalah komoditi strategis yang berperan sebagai peningkatan ekonomi dalam kehidupan masyarakat khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Tanjab Barat Hairan saat menjadi Narasumber pada acara Dialog Nasional dengan tema ‘Membangun Literasi Kelapa Menuju Kedaulatan Produksi Pangan Dalam Negeri’ di Teater Perpustakaan Nasional RI Jakarta, Kamis (20/05/21).

Pada dialog yang diprakarsai oleh Majalah Trubus ini juga dihadiri Bupati Indragiri Hilir H. Muhammad Wardan, Direktur Eksekutif International Coconut Community, Ibu Jelfina C. Allouw dan Ketua Sahabat Kelapa Indonesia, Bapak Mawardin M. Simpala.

BACA JUGA :  Persit KCK Koorcab Rem 042 Tanam Mangrove di Mendaha Tanjab Timur

Hairan menuturkan industri kelapa dalam sangat perlu dikembangkan di Tanjung Jabung Barat karena potensi usaha tani kelapa sangat merupakan perkebunan utama petani lokal di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah membangun sarana irigasi (tanggul) sepanjang lebih kurang 57 kilo meter untuk menunjang pengembangan produkai kelapa dalam.

“Namun upaya tersebut belum maksimal sehingga butuh uluran tangan dan perhatian dari pemerintah pusat,” kata Hairan.

Sebagai perbandingan katanya, industri kelapa sawit hari ini mendapatkan bantuan dana dari pemerintah mencapai 30 juta rupiah per hektar untuk replanting.

BACA JUGA :  AKBP Guntur : Penanggulangan dan Pengendalian Covid-19 Tak Harus Bermain di Warna Zona

“Jadi pada kesempatan ini kita berharap pemerintah pusat juga bisa membantu industri kelapa dalam, setidaknya mendapatkan perlakuan yang sama seperti program replanting kelapa sawit,” ucap Hairan.

Kelapa, manfaatnya tidak saja bergantung pada daging buahnya yang dapat diolah menjadi santan, kopra dan minyak melainkan seluruh bagian tanaman kelapa memiliki manfaat yang besar.

“Bila ini bisa diwujudkan geliat pertanian kelapa dalam akan bangkit kembali, kuat dan tangguh dalam menghadapi persaingan global,” timpalnya.(*)

Download aplikasi lintastungkal.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di Play Store.

Share :

Baca Juga

Advetorial

BKAD Tanjab Barat Gelar Sosialisasi Ranperda APBD Perubahaan Tahun Anggaran 2019

Pemerintahan

Gubernur Jambi Keluarkan Imbauan Kewaspadaan Covid-19, Sekolah Diliburkan

Pemerintahan

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Wabup Temukan Banyak Absen ASN Bolong

Ekonomi

Jelang Tahun Baru Sejumlah Harga Sembako Naik, Tim Satgas Pangan Tanjabbar Sidak Pasar

Advetorial

Sekda Tanjab Barat Lantik 26 Pejabat Struktural dan Fungsional

Berita OPD

Pemkab Tanjabbar Gelar Sosialisasi Pelaksanaan dan SOP Kerjasama Daerah

Advetorial

Bupati Safrial Ucapkan Terima Kasih Atas Penghibahan BMN Untuk Tanjab Barat

Pemerintahan

Pemkab Tanjab Barat Sambut Kunker Komisi I DPRD Provinsi Jambi