KUALA TUNGKAL – Suasana khidmat malam takbiran di Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, yang seharusnya diwarnai dengan gema takbir, justru berujung ricuh. Sekelompok remaja terlibat aksi tawuran di tengah kerumunan warga pada Minggu dini hari (22/03/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB ini terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar, terlihat dua kelompok pemuda saling serang menggunakan benda tumpul dan terlibat aksi kejar-kejaran di jalan protokol, memicu kepanikan warga yang tengah menikmati suasana malam Idul Fitri. Pesitiwa ini berulang, saat malam Festival Arakan Sahur juga ada kejadian serupa.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Barat bergerak cepat menyisir lokasi kejadian. Sejumlah remaja yang diduga menjadi provokator dan pelaku utama telah diamankan ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan intensif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sangat disayangkan aksi premanisme ini terjadi di saat masyarakat sedang bersuka cita menyambut hari kemenangan. Kami tidak memberikan ruang bagi siapa pun yang mengganggu ketertiban umum,” tegas perwakilan kepolisian dalam keterangan sikatnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman terkait motif di balik bentrokan tersebut. Patroli skala besar ditingkatkan di titik-titik rawan untuk memastikan pelaksanaan salat Idul Fitri pagi ini berjalan aman tanpa gangguan.
Warga dihimbau untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika melihat pergerakan kelompok pemuda yang mencurigakan kepada petugas di pos pengamanan terdekat.
Peristiwa yang terjadi di kawasan pusat kota ini bukan sekadar pelanggaran ketertiban umum, melainkan alarm keras bagi ketahanan moral generasi muda di Tanjung Jabung Barat. Video amatir yang memperlihatkan aksi saling serang di tengah kerumunan warga menjadi bukti betapa tipisnya batas antara perayaan dan anarki di tangan mereka yang kehilangan arah.
Pesan untuk Orang Tua: Di Mana Anak Kita Malam Ini?
Kejadian ini melempar tanya besar bagi setiap orang tua: Sudahkah kita tahu dengan siapa dan di mana anak kita menghabiskan malam suci ini? Kepolisian telah mengamankan sejumlah remaja, namun jeruji besi bukanlah solusi utama. Pengawasan di meja makan dan perhatian di rumah adalah benteng pertama yang gagal ditembus sebelum mereka turun ke jalanan dengan senjata di tangan.
Imbauan Tokoh Masyarakat & Petugas
Pihak berwenang dan tokoh agama mengimbau agar momentum Idul Fitri ini dijadikan ajang refleksi total. Kekerasan yang terjadi di malam takbiran adalah pengingat bahwa tugas mendidik adab tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah atau polisi semata.
“Kita memenangkan bulan Ramadhan, tapi hampir kehilangan masa depan anak-anak kita jika pembiaran ini terus berlanjut. Mari kita rangkul kembali mereka sebelum ego dan emosi sesaat merusak masa depan mereka selamanya,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Polres Tanjab Barat memastikan proses hukum akan tetap berjalan sebagai pelajaran, namun pemulihan moral adalah tanggung jawab kolektif seluruh warga Kuala Tungkal.**
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal









![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)

