KUALA TUNGKAL – Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Barat memperkokoh sistem keamanan wilayah dengan menginisiasi gerakan “Sabuk Kamtibmas“. Langkah strategis ini dikukuhkan melalui Apel Kewaspadaan Sabuk Kamtibmas yang digelar di lapangan Mapolres Tanjab Barat Polda Jambi, Rabu (10/6).
Melalui momentum ini, Polres Tanjab Barat merangkul Pemerintah Kabupaten, unsur Forkopimda, Ormas, OKP, LSM, hingga tokoh adat untuk membangun benteng pertahanan yang solid melawan segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Tanjab Barat AKBP M. Kuswicaksono bersama Bupati Anwar Sadat dan unsur Forkopimda memimpin langsung penandatanganan Deklarasi Sabuk Kamtibmas. Komitmen tertulis ini juga diikuti oleh jajaran Camat, Lurah, Ketua RT, serta perwakilan elemen masyarakat yang hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres menegaskan bahwa menjaga keamanan wilayah bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga melalui deteksi dini dan komunikasi yang aktif. Dikatankannya apel kewaspadaan Sabuk Kamtibmas dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia.
“Kegiatan ini membangun chemistry dan kewaspadaan dalam diri masyarakat. Bersama pemerintah, aparat hukum, maupun keamanan, kita saling menjaga Kamtibmas,” ungkapnya.
Ada tiga komitmen utama yang disepakati dalam deklarasi di Mapolres tersebut:
- Setia pada NKRI: Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan golongan.
- Kemitraan Aktif: Bersama-sama mencegah dan mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas di lingkungan terkecil.
- Sinergi Total: Menyatukan langkah bersama Polri, TNI, dan Pemerintah demi mewujudkan visi Tanjab Barat Berkah Madani.
Mendukung gerakan ini, Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat mengapresiasi langkah cepat Polres beserta jajaran vertikal yang jeli menggugah kepedulian kolektif warga.
“Hari ini kita bersinergi di Mapolres untuk menyatukan kewaspadaan lintas sektor. Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, tetapi tanggung jawab semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa, remaja masjid, hingga rekan-rekan LSM,” ujar Bupati.
Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang dikawal oleh Polres Tanjab Barat merupakan kunci utama agar program pembangunan dapat berjalan dengan aman dan damai.
Di akhir kegiatan, ditegaskan kembali pentingnya menindaklanjuti deklarasi ini hingga tingkat akar rumput. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari Ketua RT, organisasi keagamaan, mahasiswa, hingga wartawan diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan kepolisian dalam mendeteksi dini setiap potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Tanjab Barat.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com












Komentar