YTUBE
Warga Tebo Harus Tahu, Polisi Akan Gelar Operasi Zebra Mulai 3 Oktober, Ini 7 Pelanggaran Disasar Diduga Akibat Limpahan Air dari PT SAGM, Lahan Warga Desa Sebatu Tenggelam dan Terancam Mati Ridwan Agus Hadiri Generaly Assembly Confedaration of Asean Journalists 30 Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Resmi Jadi Sarjana Danrem 042/Gapu Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Home / Provinsi Jambi

Jumat, 23 September 2022 - 00:22 WIB

Sambangi Universitas Jambi, Wamenkumham Prof Eddy Hiariej Berikan Sosialisasi RKUHP

Wamenkumham foto bersama saat sosialisasi RKUHP di Universitas Jambi. Foto : JA/YE

Wamenkumham foto bersama saat sosialisasi RKUHP di Universitas Jambi. Foto : JA/YE

JAMBI – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Prof. Dr. Eddy O.S. Hiariej memberikan materi Sosialisasi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di Universitas Jambi (Unja), Kamis (22/9/2022).

Sosialisasi RKUHP yang dilaksanakan di Unja ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari usaha pemerintah dalam memberikan pencerahan dan penjelasan kepada publik. Sebelumnya, pemerintah akan melakukan sosialisasi RKHUP ini hingga ke berbagai kampus di Indonesia.

Pembahasan RKUHP sendiri sudah sangat Panjang. Awalnya dimulai sejak tahun 1958 sampai dengan saat ini. RKUHP sendiri merupakan masterpiece dan legacy dalam proses perubahan dari KUHP peninggalan kolonial menjadi hukum nasional.

Selain itu RKUHP juga mengedepankan demokratisasi dimana setiap pembahasan substansinya yang telah melalui periode 7 Presiden, 15 Menteri, serta 17 profesor dan beberapa ahli hukum pidana yang. RKUHP juga menganut sistem modernisasi sehingga nantinya kejahatan yang ancaman pidananya kurang dari 5 tahun tidak dipenjara namun hanya dikenakan pidana pengawasan atau kerja sosial untuk pidana di bawah 6 (enam) bulan. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi overcapacity hunian Lembaga Pemasyarakatan yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Lepas Kontingen Sepakbola Liga Santri Nasional

Terdapat setidaknya 5 (lima) hal/poin penting dalam RKUHP yang disampaikan oleh Wamenkumham. Pertama, dekolonialisasi atau upaya menghilangkan nuansa kolonial dalam substansi KUHP lama. Kedua, demokratisasi, yaitu pendemokrasian rumusan pasal tindak pidana dalam RKUHP sesuai Konstitusi (Pasal 28 J UUD 1945) dan Pertimbangan Hukum dari Putusan MK atas pengujian pasal-pasal KUHP yang terkait. Ketiga, konsolidasi dimana penyusunan Kembali ketentuan pidana dari KUHP lama dan sebagian UU Pidana di luar KUHP secara menyeluruh dengan Rekodifikasi.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Eddy juga menyebutkan Harmonisasi, sebagai bentuk adaptasi dan keselarasan dalam merespon perkembangan hukum terkini, tanpa mengesampingkan hukum yang hidup (living law) dan terakhir modernisasi yaitu Filosofi pembalasan klasik (Daad-strafrecht) yang berorientasi kepada perbuatan semata-mata dengan filosofi integratif yang memperhatikan aspek perbuatan, pelaku dan korban kejahatan (pemberatan dan peringanan pidana). (Red)

Share :

Baca Juga

Provinsi Jambi

Tinjau Operasi Zebra, Ardy Daud Imbau Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Provinsi Jambi

Fachrori Bagikan Bantuan 500 Paket Sembako dari Pusat Koperasi Unit Desa

Provinsi Jambi

Wabup BBS Hadiri Pencanangan Sungai Batanghari Bersiah

Provinsi Jambi

Korem 042/Gapu dan Pemprov Jambi Gelar Rapat Kunjungan Kasad

Advetorial

Danrem dan Kapolda Sambut Kepulangan 400 Prajurit Yonif Raider 142/KJ dari Penugasan

Provinsi Jambi

Kepengurusan IMI Provinsi Jambi Akan Dilantik

Provinsi Jambi

Sambut Hari Juang Kartika TNI AD, Korem 042/Gapu Gelar Do’a Bersama

Provinsi Jambi

35 Ribu Hektar Lahan Bekas Karhutla di Jambi Diambil Alih TNI-AD