YTUBE
Hamas Kunjungi Veteran dan Sampaikan Salam dari AHY Densus 88 Geledah Salah Satu Rumah Warga di Perumahan Argenta Sungai Gelam Tidak Tahu Tujuan Bupati Cs ke Jakarta, Wabup: Saya Tak Diajak Jasad Laki-Laki Ditemukan Teleh Meninggal di Depan Ruko, Warga Mengira Istrahat Bupati Anwar Sadat Berharap Pilkades Lahirkan Pemimpin yang Majukan Desa

Home / Nasional

Minggu, 3 Juli 2022 - 19:12 WIB

Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air

WNI yang batal berhaji karena tidak lolos proses imigrasi setelah diketahui bahwa visa yang dibawa adalah visa dari Singapura dan Malaysia. (Foto: Kemenag/nu.or.id)

WNI yang batal berhaji karena tidak lolos proses imigrasi setelah diketahui bahwa visa yang dibawa adalah visa dari Singapura dan Malaysia. (Foto: Kemenag/nu.or.id)

JAKARTA – Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji asal Indonesia harus menelan kekecewaan setelah niatan mereka untuk berhaji di musim haji 2022 kandas.

Mereka dipulangkan ke Negara asal Indonesia lantaran visa yang mereka pakai tidak terdaftar dalam sistem imigrasi Arab Saudi.

Akibatnya mereka tidak bisa masuk Arab Saudi dan dipulangkan kembali ke Indonesia.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief menjelaskan bahwa 46 WNI ini tertahan di Imigrasi Arab Saudi setibanya mereka di Jeddah pada Kamis (30/6/22) dini hari.

Mereka berangkat ke Arab Saudi dengan penerbangan reguler, dan mendarat di Bandara Internasional Jeddah, Arab Saudi.

BACA JUGA :  Serunya Balap Becak Alat Transportasi Tradisional di Tanjabbar, Tungkal II Juara I

Mereka tidak lolos proses imigrasi setelah diketahui bahwa visa yang dibawa adalah visa dari Singapura dan Malaysia. Ia pun prihatin karena kedatangan ke Arab Saudi ini dengan niat untuk menunaikan ibadah haji.

“Empat puluh enam WNI ini tidak bisa masuk ke Saudi dan mereka dipulangkan kembali ke Indonesia,” jelas Hilman Latief dikutip dari laman Kemenag, Sabtu (2/7/22).

Hilman mengaku, selain akan membuat turunan UU 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, ia juga akan mengoptimalkan peran Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dalam urusan visa mujamalah.

Ia tidak memungkiri bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang ingin pergi ke Tanah Suci dengan berbagai cara termasuk menggunakan visa mujamalah.

Meski tidak mengelola langsung jamaah haji furoda, namun Kemenag bertugas bagaimana memastikan bahwa jamaah haji yang dapat visa mujamalah itu dilayani dengan baik oleh penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

BACA JUGA :  Diduga Jadi Tempat Timbun BBM Ilegal, 2 Gudang di Pijoan di Police Line

“Tapi tetap dengan catatan bahwa visa itu sangat terbatas, kami imbau masyarakat untuk tetap bersabar karena haji itu panggilan. Ada yang beruntung dipanggil ada yang tidak,” ungkap Halim dikutip dari nu.or.id.(Ns)

Share :

Baca Juga

Nasional

Kemendagri Keluarkan SE Baru, Kini Tiap Kamis Seragam ASN Serba Hitam

Nasional

Kesenian Tradisional Arakan Sahur Tanjab Barat Sukses Memukau Penonton Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Jakarta

Nasional

Personil Satgas Yonif 742/SWY Terima Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2021

Nasional

Ini 19 Provinsi yang Dapat Teguran Keras dari Mendagri

Nasional

Bagi Takjil Buka Puasa, Ketum KNPI Ajak Pemuda Berlomba Buat Kebaikan

Nasional

Kapal Asal India Sandar di Riau, Kapten dan ABK-nya Positif Covid-19

Nasional

Kapolri Resmi Nonaktifkan Irjen Ferdy Sambo dari Kadiv Propam

Nasional

Polisi Ngak Boleh Berfoto dengan Gaya Ini Selama Pilkada