Stok BBM Diklaim Aman Tetapi Rakyat Diminta WFH: Transparansi BPH Migas Menjadi Tanda Tanya Besar!

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ini Menunjukkan Jurang Pemisah Antara Klaim Kelancaran Distribusi Pertamina Dengan Realita Antrean Dan Krisis Di Lapangan. Tanda Tanya Besar Muncul Mengiringi Kebijakan Pemerintah Yang Seolah Menutup-nutupi Kondisi Riil Stok BBM Di Tengah Instruksi Pembatasan Konsumsi Masyarakat. (FOTO : Dok. Istimewa)

Gambar Ini Menunjukkan Jurang Pemisah Antara Klaim Kelancaran Distribusi Pertamina Dengan Realita Antrean Dan Krisis Di Lapangan. Tanda Tanya Besar Muncul Mengiringi Kebijakan Pemerintah Yang Seolah Menutup-nutupi Kondisi Riil Stok BBM Di Tengah Instruksi Pembatasan Konsumsi Masyarakat. (FOTO : Dok. Istimewa)

JAMBI – Jaminan Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, bahwa stok BBM nasional menjelang Lebaran 2026 dalam kondisi “aman dan memadai” kini berbenturan keras dengan kebijakan pemerintah yang justru menekan mobilitas melalui skema Work From Home (WFH).

Jika stok memang melimpah sebagaimana diklaim saat peninjauan lapangan bersama Pertamina Patra Niaga, mengapa pemerintah masih merasa perlu mengerem konsumsi masyarakat?

Kebijakan WFH dengan alasan efisiensi energi menimbulkan tanda tanya besar: Apakah kondisi stok yang sebenarnya memang serapuh itu? Publik berhak mendapatkan transparansi, bukan sekadar narasi penenangan. Upaya penguatan distribusi di Kalimantan Barat untuk mengurai antrean di SPBU seolah menjadi pengakuan implisit bahwa sistem distribusi kita sedang di ambang batas kemampuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“BPH Migas menjamin pasokan subsidi maupun nonsubsidi aman di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Fathul dalam rilis resminya, Selasa (24/3/2026).

“Pemerintah, sebagaimana arahan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM, khususnya oleh Pertamina Patra Niaga terus dijaga ketahanannya. Monitoring kualitas juga rutin dilakukan, dan hasilnya sesuai standar Pemerintah,.sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman. BPH Migas juga mengapresiasi kinerja seluruh Perwira Pertamina yang siaga 24 jam untuk mengamankan stok dan distribusi BBM,” ujarnya lagi.

Namun, jaminan ini terasa hambar jika di saat yang sama, instrumen negara digunakan untuk membatasi pergerakan warga demi menjaga kuota BBM agar tidak jebol. Pemerintah tidak boleh bermain di dua kaki; mengklaim ketahanan energi kuat di satu sisi, namun menunjukkan kepanikan stok melalui instruksi WFH di sisi lain.

Transparansi data stok riil jauh lebih dibutuhkan masyarakat daripada sekadar seremoni peninjauan lapangan yang kontradiktif dengan realita kebijakan di atas kertas.**

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca Kebakaran Teluk Nilau: Antara Seremonial Bantuan dan Urgensi Pembenahan Infrastruktur yang Terabaikan
Mangrove Pangkal Babu; Janji Pusat dan Harapan Daerah, Akankah Segera Terealisasi?
Kebakran di Teluk Nilau Terbesar Setelah Kebakaran di Sungai Dualap dalam 5 Tahun Terakhir
Hati-Hati Nitip Anak: Belajar dari Kasus di Daycare Little Aresha Jogja dan Banda Aceh
Sudah Hibahkan Lahan 2 Hektar, Kapan Proyek Lanal Tanjab Barat Terwujud?
Editorial: Soal Ketahanan Pangan, Kenapa yang Ditanam Jagung Bukan Padi?
39 Cut and Fill; Jadi Tantangan Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan 134 Gerai KDKMP?
Skandal Gratifikasi Jual Beli Jabatan Masih Jadi Jalan Tol Kepala Daerah Menuju KPK
Berita ini 49 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:39 WIB

Pasca Kebakaran Teluk Nilau: Antara Seremonial Bantuan dan Urgensi Pembenahan Infrastruktur yang Terabaikan

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:26 WIB

Mangrove Pangkal Babu; Janji Pusat dan Harapan Daerah, Akankah Segera Terealisasi?

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:18 WIB

Kebakran di Teluk Nilau Terbesar Setelah Kebakaran di Sungai Dualap dalam 5 Tahun Terakhir

Kamis, 30 April 2026 - 00:28 WIB

Hati-Hati Nitip Anak: Belajar dari Kasus di Daycare Little Aresha Jogja dan Banda Aceh

Sabtu, 25 April 2026 - 00:16 WIB

Sudah Hibahkan Lahan 2 Hektar, Kapan Proyek Lanal Tanjab Barat Terwujud?

Berita Terbaru