Tanggo Raja Ulu: Riwayat Sayap Pelabuhan yang “Hilang” dari Peta Ekonomi Kuala Tungkal

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Pelabuhan Tangga Raja Ulu Yang Ambruk dan Menimpa Kapal Tengah Sandar (ist)

Kondisi Pelabuhan Tangga Raja Ulu Yang Ambruk dan Menimpa Kapal Tengah Sandar (ist)

KUALA TUNGKAL – Bukan lagi sekadar rusak atau mangkrak, Pelabuhan Tangga Rajo Ulu kini benar-benar hilang. Sejak ambruknya dermaga ikonik di kawasan Waterfront City (WFC) pada 6 September 2025 lalu, pusat nadi logistik Tanjung Jabung Barat ini seolah terhapus dari garis pantai dan perhatian pemangku kebijakan.

Yang tersisa kini hanyalah puing-puing bisu dan kehampaan ekonomi yang mencekik ratusan nasib buruh serta pedagang kecil di Tanjung Jabung Barat yang biasa melakukan aktivitas bongkar muaut.

Hilang Fisiknya, Lenyap Fungsinya
Absennya aktivitas bongkar muat di lokasi strategis ini memicu efek domino. Kondisi di lapangan saat ini hanya menyisakan ruang kosong dan puing yang membisu. Hilangnya dermaga sepanjang 30 meter tersebut bukan hanya soal hilangnya struktur beton dan kayu, tetapi hilangnya akses hidup bagi ratusan buruh angkut, pemilik pompong, dan pedagang sembako. Aktivitas bongkar muat yang dulu menjadi pemandangan harian kini sirna, memaksa para pelaku ekonomi lokal mencari “suaka” di pelabuhan lain dengan biaya operasional yang mencekik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik Atas Pembiaran: Estetika Mengalahkan Logistik?
Sangat ironis melihat Pelabuhan Tanggo Rajo Ulu “menghilang” di tengah upaya pemerintah mempercantik kawasan wisata WFC. Publik mulai mempertanyakan prioritas daerah: Apakah pembangunan hanya menyasar aspek kosmetik untuk pariwisata, sementara infrastruktur penunjang ekonomi rakyat dibiarkan karam dan hilang begitu saja? Tanpa adanya tanda-tanda rekonstruksi yang nyata, hilangnya pelabuhan ini adalah bukti nyata kegagalan mitigasi dan lambannya respons birokrasi.

Menagih Jejak yang Terhapus
Masyarakat Kuala Tungkal tidak butuh sekadar peninjauan lokasi yang berulang-ulang. Mereka menuntut kembalinya Tanggo Rajo Ulu ke dalam peta pembangunan daerah. Membiarkan pelabuhan ini tetap “hilang” sama saja dengan memutus rantai distribusi pangan dan hasil bumi yang selama puluhan tahun menjadi penopang ekonomi Jambi.

Jika tidak segera dibangun kembali, Tanggo Rajo Ulu akan benar-benar menjadi sejarah—sebuah pelabuhan yang hilang karena kelalaian, di saat rakyat sangat membutuhkannya. Membiarkan pelabuhan ini tetap hilang adalah bentuk pengabaian nyata terhadap sektor riil yang selama puluhan tahun telah menghidupi ribuan perut masyarakat di pesisir Jambi.

“Tanggo Rajo Ulu adalah harga diri ekonomi Kuala Tungkal. Membiarkannya hilang adalah kejahatan. Membangunnya kembali adalah Kebijakan Kemanusiaan!

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Gratifikasi Jual Beli Jabatan Masih Jadi Jalan Tol Kepala Daerah Menuju KPK
Menakar Plus Minus Bermunculan Cakada Tanjab Barat 2029 di Etalase Politik Media Sosial
Rupiah di Level Psikologis 17.100: Prestasi Kelam atau Sinyal Darurat Ekonomi?
30% UU HKPD Bukan Harga Mati, PPPK Tak Perlu Cemas! Kuncinya Kepala Daerah Harus Berani
Bom Waktu Minyak Dunia US$ 115 per Barel: APBN 2026 Dalam Tekanan Hebat, Pemerintah Siapkan Sabuk Pengaman Fiskal
Sebulan Berlalu; Bank 9 Jambi dan Lonceng Kematian Kepercayaan Nasabah?
Implementasi UU HKPD: PPPK Penuh Waktu atau PPPK Paruh Waktu yang Paling Terdampak?
Stok BBM Diklaim Aman Tetapi Rakyat Diminta WFH: Transparansi BPH Migas Menjadi Tanda Tanya Besar!
Berita ini 22 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 08:03 WIB

Skandal Gratifikasi Jual Beli Jabatan Masih Jadi Jalan Tol Kepala Daerah Menuju KPK

Rabu, 8 April 2026 - 19:21 WIB

Menakar Plus Minus Bermunculan Cakada Tanjab Barat 2029 di Etalase Politik Media Sosial

Rabu, 8 April 2026 - 00:57 WIB

Rupiah di Level Psikologis 17.100: Prestasi Kelam atau Sinyal Darurat Ekonomi?

Jumat, 3 April 2026 - 07:40 WIB

30% UU HKPD Bukan Harga Mati, PPPK Tak Perlu Cemas! Kuncinya Kepala Daerah Harus Berani

Rabu, 1 April 2026 - 18:21 WIB

Bom Waktu Minyak Dunia US$ 115 per Barel: APBN 2026 Dalam Tekanan Hebat, Pemerintah Siapkan Sabuk Pengaman Fiskal

Berita Terbaru