27 Tahun Buntu, Sengketa Tapal Batas Batanghari-Muaro Jambi Akhirnya Diserahkan ke Kemendagri

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KESEPAKATAN BATAS DAERAH: Gubernur Jambi, Al Haris (kanan), bersama Bupati Muarojambi, Bambang Bayu Suseno (dua dari kanan), didampingi Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri, Raziras Rahmadillah (tengah), menunjukkan dokumen kesepakatan dalam Rapat Penyelesaian Perselisihan Batas Daerah Wilayah 1 di Orchardz Hotel Jayakarta, Jakarta, Senin (18/5/2026). Pertemuan ini menandai diserahkannya keputusan akhir sengketa tapal batas Batanghari-Muarojambi kepada Kemendagri setelah buntu selama 27 tahun. (Foto: Diskominfo Jambi)

KESEPAKATAN BATAS DAERAH: Gubernur Jambi, Al Haris (kanan), bersama Bupati Muarojambi, Bambang Bayu Suseno (dua dari kanan), didampingi Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri, Raziras Rahmadillah (tengah), menunjukkan dokumen kesepakatan dalam Rapat Penyelesaian Perselisihan Batas Daerah Wilayah 1 di Orchardz Hotel Jayakarta, Jakarta, Senin (18/5/2026). Pertemuan ini menandai diserahkannya keputusan akhir sengketa tapal batas Batanghari-Muarojambi kepada Kemendagri setelah buntu selama 27 tahun. (Foto: Diskominfo Jambi)

JAMBI — Konflik batas wilayah yang memicu ketidakpastian hukum selama hampir tiga dekade antara Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi akhirnya memasuki babak akhir. Kedua pemerintah daerah sepakat menghentikan perdebatan panjang dan menyerahkan mandat penetapan tapal batas sepenuhnya kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kesepakatan krusial ini dicapai dalam rapat rekonsiliasi yang berlangsung dinamis di Orchardz Hotel Jayakarta, Jakarta, Senin (18/5/2026). Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno, Sekda Batanghari Mula Panggabean Rambe, serta Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri, Raziras Rahmadillah.

Titik Krusial yang Disengketakan dan Dampak Sosial

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu titik krusial yang selama ini menggantung dan menjadi sumbu utama perselisihan adalah garis batas antara Dusun V Tanjung Mandiri (Desa Tanjunglebar, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi) dengan Desa Bungku (Kabupaten Batanghari).

Akibat garis batas yang abu-abu di wilayah tersebut, warga antar-desa kerap terlibat konflik fisik dan sosial terkait pemanfaatan lahan serta tumpang tindih klaim agraria. Kondisi tanpa kepastian hukum ini terus memicu keresahan mendalam bagi masyarakat di akar rumput selama puluhan tahun.

Poin Utama Krisis Batas Wilayah

  • Warisan Konflik Sejak 1999: Sengketa ini merupakan dampak dari pemekaran Kabupaten Batanghari pada Oktober 1999 yang tidak kunjung tuntas secara administrasi.
  • Blokade Ego Sektoral: Selama 27 tahun, ego sektoral kedua wilayah membuat negosiasi di tingkat provinsi selalu menemui jalan buntu.
  • Penyerahan Mandat Total: Baik Pemkab Batanghari maupun Muaro Jambi kini menandatangani komitmen tertulis untuk tunduk dan patuh pada apa pun keputusan final dari tim teknis pusat.

Mengapa Langkah Ini Diambil Sekarang?

Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa pembiaran sengketa ini terlalu lama mengorbankan kepentingan masyarakat akar rumput. Akibat batas yang abu-abu, warga di wilayah perbatasan kerap mengalami kesulitan dalam pengurusan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) dan memicu konflik agraria tersembunyi.

“Hari ini kedua daerah sudah sepakat. Kita tidak bisa terus terjebak dalam masalah ini jika ingin fokus membangun ekonomi. Selanjutnya, keputusan teknis dan hukum ada di tangan Kemendagri,” ujar Al Haris di Jakarta.

Langkah Hukum Selanjutnya

Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan akan segera menerjunkan tim verifikasi lapangan. Hasil telaah pemetaan tersebut nantinya akan disahkan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang Batas Daerah yang bersifat final, berkekuatan hukum tetap, dan mengikat bagi kedua kabupaten.

Dengan diserahkannya mandat ini, Pemkab Batanghari maupun Muarojambi telah menandatangani komitmen tertulis untuk tunduk dan mematuhi apa pun keputusan final dari tim teknis pusat.

Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri kini memegang kendali penuh untuk melakukan verifikasi, pemetaan teknis, dan mediasi akhir di lapangan. Hasil telaah tersebut nantinya akan disahkan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang Batas Daerah yang bersifat final, berkekuatan hukum tetap, dan mengikat bagi kedua belah pihak guna menyudahi konflik agraria di masa depan.**

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal.com

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Pasang Birokrasi! Sekda Sudirman Lantik 13 Pejabat Strategis, Siapa Saja Nama Barunya?
Kantor SAR Jambi Kirim 10 Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatera Barat
Untuk Porprov 2026 di Tanjab Barat, Pemprov Jambi Siapkan Anggaran Rp 10,8 Miliar
Pemprov Jambi Pastikan Tidak Ada Pemangkasan TPP ASN 2026
Sebanyak 11.509 Sumur Minyak Dikelola Masyarakat 3 Kabupaten di Jambi Akan Dilegalkan
Ketua DPRD Provinsi Jambi Bawa Aspirasi Langsung ke Senayan
Tampung Aspirasi Petani, Ketua DPRD Jambi Siap Perjuangkan Reforma Agraria
Hujan-hujanan, Ketua DPRD Jambi Hafiz Fattah Duduk Bersama Terima Aspirasi Masyarakat
Berita ini 13 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:03 WIB

27 Tahun Buntu, Sengketa Tapal Batas Batanghari-Muaro Jambi Akhirnya Diserahkan ke Kemendagri

Selasa, 7 April 2026 - 23:27 WIB

Bongkar Pasang Birokrasi! Sekda Sudirman Lantik 13 Pejabat Strategis, Siapa Saja Nama Barunya?

Kamis, 27 November 2025 - 00:02 WIB

Kantor SAR Jambi Kirim 10 Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatera Barat

Sabtu, 22 November 2025 - 23:43 WIB

Untuk Porprov 2026 di Tanjab Barat, Pemprov Jambi Siapkan Anggaran Rp 10,8 Miliar

Kamis, 20 November 2025 - 18:35 WIB

Pemprov Jambi Pastikan Tidak Ada Pemangkasan TPP ASN 2026

Berita Terbaru