YTUBE
Ditinggal Pergi Jualan, Rumah Warga di Tebing Tinggi Terbakar Bupati Tanjabbar Pimpin Upacara HUT Pramuka Ke-61 Kurang dari 24 Jam Pelaku Pembacokan Sesama Supir di Lingkar Selatan Diringkus Polisi Kapolsek ; Motif Pembacokan Sesama Sopir di Lingkar Selatan Masalah Pribadi Kajari : Kami Berharap PWI Memberikan Informasi Juga Edukasi

Home / Peristiwa

Senin, 7 Maret 2022 - 18:58 WIB

3 Wartawan Dianiaya Saat Konfirmasi Terkait Adanya Dugaan Pungli BPNT

Damanhuri wartawan media3.id Ketika Membuat Laporan di Kantor Kapolsek Rengasdengklok, Senin (7/3/22)

Damanhuri wartawan media3.id Ketika Membuat Laporan di Kantor Kapolsek Rengasdengklok, Senin (7/3/22)

KARAWANG – Aksi anarkis yang diduga dilakukan oleh oknum diduga aparat Pemerintah Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Kerawang kepada tiga orang wartawan media online Kabupaten Karawang berujung dipolisikan.

Diketahui, ketiga wartawan yang menjadi korban penganiayaan tersebut yakni Damanhuri wartawan media3.id, Nina Melani Paradewi Pimrus onediginews.com dan Suhada media onediginew.com.

“Selain kami melaporkan aparat desa yang sudah menganiaya kami dan juga menghalangi tugas jurnalis, kami juga melaporkan Mulyana, yang kami duga merupakan otak dari penganiayaan yang kami alami sekarang ini,” cetus Damanhuri wartawan media3.id, di Kantor Kapolsek Rengasdengklok, Senin (7/3/22).

Damanhuri menuturkan insiden penganiayaan dialaminya ketika sedang mengkonfirmasi warga di salah satu warung terkait dugaan pungli Bansos BPNT bersama dua temannya, tiba-tiba sekitar 20 orang lebih yang diduga terdiri dari aparat desa dengan preman bayaran suruhan kades Waluya spontan menganiayanya.

BACA JUGA :  Kapolres Batanghari Dimutasi ke Yanma Polri, Ini Penggantinya

“Saat kami konfirmasi warga, datang sekitar 20 orang, saya tau ada oknum aparat desa Waluya dan preman. Saat itu kami sedang di warung warga di RT 03/01 Dusun Pangasinan Desa Waluya untuk meminta keterangan terkait pungli BPNT,” tutur Damanhuri pada Wartawan.

Sama halnya yang dikatakan, Nina Melani Paradewi Pimprus media onediginews.com, mengatakan saat dirinya sedang wawancara terkait pemotongan BPNT yang di lakukan aparat desa, mendadak datang sekdes dan kemudian berdatangan aparat desa yang lainya langsung spontanitas menganiayanya.

BACA JUGA :  Ditinggal Pergi Jualan, Rumah Warga di Tebing Tinggi Terbakar

“Saya sempat menjelaskan kepada puluhan aparat desa yang mendatangi saya, bahwa saya sedang memintai keterangan kepada warga, namun mereka malah mengusir kami,” tandasnya.

Lebih lanjut kata Nina, usai menjalani visum di RS Proklamasi Rengasdengklok, ia bertiga langsung membuat laporan di Polsek Rengasdengklok. Laporan yang dia lakukan ini merupakan laporan resmi agar di tindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tidak ada kata damai bagi saya, untuk melanjutkan proses hukum penganiayaan terhadap kami insan jurnalis,” pungkasnya.(Tim)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Satu Perawat Tewas Setelah Ambulans Oleng Tabrak Truk Tronton

Peristiwa

Lelaki Bercadar Shalat Magrib di Shaf Jamaah Wanita di Jambi Diduga Gangguan Jiwa

Peristiwa

Kecelakaan di Mendalo Makan Korban, Supir Truk Melarikan Diri

Peristiwa

Kapal Bermuatan Sawit Tujuan Muara Sabak Tenggelam Dihantam Gelombang

Peristiwa

Hampir Saja Sijago Merah Gasak Rumah Warga di Jalah Hidayat

Berita

Lima Rumah Warga Di Desa Ketapang Senyerang Dibongkar Paksa

Peristiwa

Tim Gabungan Berhasil Temukan Diduga Jasad Zulfan yang Tenggelam di WFC

Peristiwa

Panel Pembagi Arus PLN Terbakar, Listrik di Kuala Tungkal Padam Total