indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
20 Link Twibbon Hari Kebangkitan Nasional ke 114 Tahun 2022 Fadhil Arief : Sepakbola U 21 se Provinsi Jambi Digelar Juni Wakapolda Jambi Serahkan Sertifikat Tanah Polri dari BPN ke Polres Tebo Kasrem 042/Gapu Hadiri Simulasi Sispamkota Kajari Tanjab Barat Pimpin Sertijab Kasi Intel

Home / Peristiwa

Senin, 7 Maret 2022 - 18:58 WIB

3 Wartawan Dianiaya Saat Konfirmasi Terkait Adanya Dugaan Pungli BPNT

Damanhuri wartawan media3.id Ketika Membuat Laporan di Kantor Kapolsek Rengasdengklok, Senin (7/3/22)

Damanhuri wartawan media3.id Ketika Membuat Laporan di Kantor Kapolsek Rengasdengklok, Senin (7/3/22)

KARAWANG – Aksi anarkis yang diduga dilakukan oleh oknum diduga aparat Pemerintah Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Kerawang kepada tiga orang wartawan media online Kabupaten Karawang berujung dipolisikan.

Diketahui, ketiga wartawan yang menjadi korban penganiayaan tersebut yakni Damanhuri wartawan media3.id, Nina Melani Paradewi Pimrus onediginews.com dan Suhada media onediginew.com.

“Selain kami melaporkan aparat desa yang sudah menganiaya kami dan juga menghalangi tugas jurnalis, kami juga melaporkan Mulyana, yang kami duga merupakan otak dari penganiayaan yang kami alami sekarang ini,” cetus Damanhuri wartawan media3.id, di Kantor Kapolsek Rengasdengklok, Senin (7/3/22).

Damanhuri menuturkan insiden penganiayaan dialaminya ketika sedang mengkonfirmasi warga di salah satu warung terkait dugaan pungli Bansos BPNT bersama dua temannya, tiba-tiba sekitar 20 orang lebih yang diduga terdiri dari aparat desa dengan preman bayaran suruhan kades Waluya spontan menganiayanya.

BACA JUGA :  Cuaca Panas, Polres Muaro Jambi Imbau Masyarakat Cegah Karhutla

“Saat kami konfirmasi warga, datang sekitar 20 orang, saya tau ada oknum aparat desa Waluya dan preman. Saat itu kami sedang di warung warga di RT 03/01 Dusun Pangasinan Desa Waluya untuk meminta keterangan terkait pungli BPNT,” tutur Damanhuri pada Wartawan.

Sama halnya yang dikatakan, Nina Melani Paradewi Pimprus media onediginews.com, mengatakan saat dirinya sedang wawancara terkait pemotongan BPNT yang di lakukan aparat desa, mendadak datang sekdes dan kemudian berdatangan aparat desa yang lainya langsung spontanitas menganiayanya.

BACA JUGA :  Kajari Tanjab Barat Pimpin Sertijab Kasi Intel

“Saya sempat menjelaskan kepada puluhan aparat desa yang mendatangi saya, bahwa saya sedang memintai keterangan kepada warga, namun mereka malah mengusir kami,” tandasnya.

Lebih lanjut kata Nina, usai menjalani visum di RS Proklamasi Rengasdengklok, ia bertiga langsung membuat laporan di Polsek Rengasdengklok. Laporan yang dia lakukan ini merupakan laporan resmi agar di tindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tidak ada kata damai bagi saya, untuk melanjutkan proses hukum penganiayaan terhadap kami insan jurnalis,” pungkasnya.(Tim)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Jahatnya Maling, Motor Parkir Depan Rumah Dicuri

Peristiwa

Tabrakan, Pengendara Vixion dan Honda Scoopy Sama-Sama Meninggal

Peristiwa

Satu Rumah Bedeng Kayu di Tanjung Bojo Ludes Terbakar

Peristiwa

Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Seluruh Penumpang Kijang LGX di Bungo

Peristiwa

Sedang Mandi, Kaki Gadis 16 Tahun Diterkam Buaya

Peristiwa

Warga Kumpeh Ilir Tewas Diterkam Harimau

Peristiwa

Perkelahian di Simpang Aneka, 9 Pemuda Diamankan Tim Petir Polres Tanjabbar

Peristiwa

Truk Tangki Seruduk Toko Fotocopy, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit