Anggaran Cekak, Wabup Katamso Pangkas Ambisi Proyek Rp2 Triliun

Lintas Tungkal

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REALITAS ANGGARAN: Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, saat memberikan arahan dalam Musrenbang RKPD 2026 di Ruang Rapat Bupati, Selasa (17/02). Katamso memperingatkan jajaran OPD untuk memangkas usulan program yang tidak prioritas menyusul adanya selisih anggaran sebesar Rp2 triliun. (Foto: Dok. Humas Tanjab Barat)

REALITAS ANGGARAN: Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, saat memberikan arahan dalam Musrenbang RKPD 2026 di Ruang Rapat Bupati, Selasa (17/02). Katamso memperingatkan jajaran OPD untuk memangkas usulan program yang tidak prioritas menyusul adanya selisih anggaran sebesar Rp2 triliun. (Foto: Dok. Humas Tanjab Barat)

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat harus memutar otak. Di tengah lonjakan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,28 persen—tertinggi di Provinsi Jambi—daerah ini justru terbentur realitas finansial yang pahit: syahwat pembangunan tak sebanding dengan isi dompet daerah.

Saat membuka Musrenbang RKPD 2026 di Ruang Rapat Bupati, Selasa (17/02), Wakil Bupati Katamso melempar angka dingin. Dari tumpukan usulan pembangunan senilai Rp3,1 triliun, kemampuan riil keuangan daerah hanya sanggup mengucurkan Rp1,1 triliun. Artinya, ada lubang menganga sebesar Rp2 triliun yang memaksa pemerintah melakukan “diet” ketat anggaran.

“Saya minta seluruh OPD realistis. Prioritaskan program yang menyentuh dasar: jalan, jembatan, kesehatan, dan pendidikan,” tegas Katamso di hadapan para pejabat yang hadir secara hibrida. Ia mewanti-wanti agar usulan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan yang berujung PHP (Pemberi Harapan Palsu) bagi warga desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katamso menekankan pentingnya sinergi dengan pusat untuk mengais Dana Transfer ke Daerah (TKD) demi menambal defisit, terutama di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang membayangi ekonomi lokal.

Selain urusan infrastruktur, dua isu krusial mencuat: sampah dan peran pemuda. Katamso menginstruksikan perombakan total sistem kelola sampah dari metode kuno open dumping menuju sanitary landfill sesuai titah Presiden. Di sisi lain, Bapperida didesak untuk tidak sekadar menjadikan aspirasi pemuda sebagai pajangan administratif, melainkan bagian integral dari dokumen perencanaan.

Tak hanya mengandalkan APBD, Katamso juga membidik dana CSR perusahaan agar lebih “waras” dan sejalan dengan prioritas daerah. Ia berharap program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menjadi pelampung bagi ekonomi akar rumput.

“Minimal setiap desa punya satu program nyata yang terwujud. Kita tidak ingin masyarakat apatis karena usulan mereka hanya jadi dokumen usang yang terus berulang tanpa realisasi,” pungkasnya.

Paradoks Anggaran: Usulan vs Realita
Berikut adalah gambaran visual (dalam bentuk tabel) mengenai ketimpangan anggaran yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk tahun 2026:
Keterangan Jumlah Anggaran Persentase
Total Usulan Masyarakat Rp 3,1 Triliun 100%
Kemampuan Riil Keuangan Daerah Rp 1,1 Triliun 35%
Defisit (Celah Pendanaan) Rp 2,0 Triliun 65%
Dengan hanya 35% usulan yang bisa didanai APBD, pemerintah daerah “terpaksa” menaruh harapan besar pada kontribusi pihak swasta melalui skema CSR untuk menutup celah 65% sisanya.**

Penulis : Angah

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Prokopim

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Jembatan Masa Depan: Komitmen Bupati Anwar Sadat Wujudkan Pendidikan Berkualitas di Tanjab Barat
Ujian Azas Manfaat: Menanti Fungsionalitas Dinding Panjat Sport Center Tanjab Barat Senilai Rp3 Miliar
Kejari Tanjab Barat: Tidak Menutup Kemungkinan Adanya Tersangka Baru di Dana Subsidi PDAM Tirta Pengabuan
Kejar Opini WTP, Bupati Anwar Sadat Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK Jambi
Di Balik Entry Meeting LKPD 2025: Menguji Konsistensi Transparansi Pemkab Tanjab Barat
Sempat Mandeg, Kejari Tanjabbar Akhirnya Seret Tiga Tersangka Korupsi PDAM ke Sel Tahanan
Kasus Korupsi PDAM Tirta Pengabuan, Mantan Dirut dan Dua Lainnya Resmi Ditahan
ASN Tanjab Barat Tak Lagi Gratis Parkir: Dishub Mulai Terapkan Parkir Berlangganan Kendaraan Dinas
Berita ini 74 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 19:31 WIB

Membangun Jembatan Masa Depan: Komitmen Bupati Anwar Sadat Wujudkan Pendidikan Berkualitas di Tanjab Barat

Senin, 6 April 2026 - 19:03 WIB

Ujian Azas Manfaat: Menanti Fungsionalitas Dinding Panjat Sport Center Tanjab Barat Senilai Rp3 Miliar

Minggu, 5 April 2026 - 13:08 WIB

Kejari Tanjab Barat: Tidak Menutup Kemungkinan Adanya Tersangka Baru di Dana Subsidi PDAM Tirta Pengabuan

Sabtu, 4 April 2026 - 08:37 WIB

Kejar Opini WTP, Bupati Anwar Sadat Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK Jambi

Sabtu, 4 April 2026 - 08:02 WIB

Di Balik Entry Meeting LKPD 2025: Menguji Konsistensi Transparansi Pemkab Tanjab Barat

Berita Terbaru