JAKARTA, 23 Juli 2026 – Karakter peduli lingkungan tidak tumbuh instan saat dewasa, melainkan wajib ditanamkan sejak usia dini melalui aksi nyata sehari-hari. Bergerak dari komitmen tersebut, Pertamina Foundation memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menggelar aksi edukasi lingkungan interaktif di dua sekolah binaannya, yaitu TK Bumi Patra I (Pondok Ranji) dan TK Bumi Patra II (Cempaka Putih).
Mengusung tema “Aku dan Orang Tuaku Peduli Bumi”, program ini membangun sinergi antara anak dan orang tua dalam mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan (sustainable living). Sebanyak 75 siswa dan 77 orang tua pendamping terlibat langsung dalam simulasi pelestarian alam, mulai dari pemilahan sampah, penghematan energi (listrik dan air), penggunaan wadah berulang (tumbler dan tote bag), hingga pemanfaatan transportasi umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Enam Aksi Nyata “Pahlawan Cilik Penyelamat Bumi”
Seluruh rangkaian acara dikemas lewat narasi utama yang interaktif dan menyenangkan melalui enam aktivitas inti:
- Senam Go Green Ceria: Membuka kegiatan dan membangun energi positif anak-anak.
- Edukasi Visual Sampah: Pengenalan interaktif perbedaan sampah organik dan anorganik.
- Panggung Puppet Show: Dongeng interaktif “Pahlawan Penjaga Bumi” lewat pertunjukan boneka agar nilai moral pelestarian alam diserap murid-murid secara emosional dan imajinatif.
- Kreasi Daun Kering: Kolaborasi seni anak dan orang tua mengolah limbah alami menjadi karya kreatif seperti kapal, kupu-kupu, dan kereta api.
- Aksi Merawat Tanaman & SAMUSAPO: Menyiram tanaman bawaan dari rumah serta pemeliharaan lanjutan pohon semangka melalui program keberlanjutan SAMUSAPO (Satu Murid Satu Pohon) di sekolah.
- Aksi Estafet Pemilahan: Simulasi ketangkasan memilah sampah ke dalam tiga wadah standar:
- 🟢 Wadah Hijau: Sampah organik
- 🟡 Wadah Kuning: Sampah anorganik
- 🔴 Wadah Merah: Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Komitmen Strategis Jangka Panjang
Operation Director Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mengelola sekolah binaan sebagai ruang tumbuh yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter hijau.
“Hari Anak Nasional menjadi momentum tepat bagi kami untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Melalui tema ini, kami ingin anak-anak dan orang tua mempraktikkan langsung kebiasaan ramah lingkungan, bukan sekadar teori. Program seperti pemilahan sampah hingga SAMUSAPO diharapkan membentuk kebiasaan positif yang terbawa hingga mereka dewasa,” ujar Gusman.
Gusman menambahkan, kolaborasi kuat antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama. “Kami percaya, perubahan besar untuk bumi dimulai dari kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak bangku TK. Sinergi ini memastikan nilai-nilai hijau terus hidup dalam keseharian mereka,” tutupnya.
Dampak Positif dan Antusiasme Orang Tua
Dampak edukasi langsung ini dirasakan langsung oleh para peserta. Ibu Upi, salah satu orang tua siswa dari TK Bumi Patra II, mengapresiasi pendekatan praktik yang diterapkan Pertamina Foundation.
“Senang sekali bisa terlibat langsung. Biasanya anak saya cuma mendengar cerita soal lingkungan dari buku, tapi hari ini dia praktik langsung memilah sampah dan membuat kerajinan dari daun kering. Selain seru, anak-anak jadi lebih paham cara menjaga lingkungan sejak kecil. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap Ibu Upi.
Dukung Target SDGs dan Asta Cita Pemerintah
Aksi nyata Pertamina Foundation ini sejalan dengan pencapaian global dan nasional:
- SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas): Menghadirkan edukasi lingkungan yang inklusif, menyenangkan, dan mudah dipahami anak usia dini.
- SDGs Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Membangun kesadaran mitigasi iklim sejak usia dini.
- Asta Cita Pemerintah Indonesia (Poin 4): Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, dan pendidikan sejak usia dini.
- Asta Cita Pemerintah Indonesia (Poin 2): Mendorong kemandirian bangsa melalui akselerasi ekonomi hijau.
Melalui program HAN 2026 ini, Pertamina Foundation tidak hanya mempererat ikatan (bonding) antara orang tua dan anak, tetapi juga meletakkan batu pertama dalam mencetak generasi masa depan Indonesia yang tanggap dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Warna Komunika








Komentar