Kapolres Tanjabbar Jadi Narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Pejuang Anti Kabar Bohong

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 24 Juli 2021 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Tanjabbar Jadi Narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Pejuang Anti Kabar Bohong

Kapolres Tanjabbar Jadi Narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Pejuang Anti Kabar Bohong

Leon Legoh yang berprofesi owner RM Legoh sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menceritakan sedikit kesibukan dan aktifitas beliau pada saat ini. Sekarang ini sibuk mengurusi sosial media dan pembuatan konten untuk menunjang kegiatan usaha beliau. Disaat pandemi sekarang ini dan adanya PPKM darurat, dunia digital terasa bermanfaat sekali dalam memasarkan usahanya.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber lewat kolom chat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada 10 penanya kepada masing-masing narasumber yang mendapat doorprize berupa e-money. Sementara 4 penanya terpilih diberi kesempatan bertanya secara langsung kepada narasumber.

Muhammad Gilang Ramadhan salah satu dari 10 peserta yang mendapat doorprize menanyakan apa upaya pemerintah dalam menyikapi kasus-kasus penyebaran berita hoaks? Dijawab Kapolres Guntur Saputro, SIK, MH.

Kegiatan literasi digital ini sendiri adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memberi pemahaman pada masyarakat mengenai berita bohong.

“Sebagai anak muda harusnya sudah berkontribusi dalam kegiatan ini. Saya berharap semoga anak-anak muda yang lain bisa mengikutinya. Dan saya mengajak seluruh elemen masyarakat, mari kita berbuat kebaikan, jangan sembarangan menyebarkan berita bohong,” jelasnya.(*)

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hati-Hati Nitip Anak: Belajar dari Kasus di Daycare Little Aresha Jogja dan Banda Aceh
Sudah Hibahkan Lahan 2 Hektar, Kapan Proyek Lanal Tanjab Barat Terwujud?
Editorial: Soal Ketahanan Pangan, Kenapa yang Ditanam Jagung Bukan Padi?
39 Cut and Fill; Jadi Tantangan Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan 134 Gerai KDKMP?
Skandal Gratifikasi Jual Beli Jabatan Masih Jadi Jalan Tol Kepala Daerah Menuju KPK
Menakar Plus Minus Bermunculan Cakada Tanjab Barat 2029 di Etalase Politik Media Sosial
Rupiah di Level Psikologis 17.100: Prestasi Kelam atau Sinyal Darurat Ekonomi?
30% UU HKPD Bukan Harga Mati, PPPK Tak Perlu Cemas! Kuncinya Kepala Daerah Harus Berani
Berita ini 643 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 00:28 WIB

Hati-Hati Nitip Anak: Belajar dari Kasus di Daycare Little Aresha Jogja dan Banda Aceh

Sabtu, 25 April 2026 - 00:16 WIB

Sudah Hibahkan Lahan 2 Hektar, Kapan Proyek Lanal Tanjab Barat Terwujud?

Kamis, 23 April 2026 - 23:47 WIB

Editorial: Soal Ketahanan Pangan, Kenapa yang Ditanam Jagung Bukan Padi?

Sabtu, 18 April 2026 - 07:43 WIB

39 Cut and Fill; Jadi Tantangan Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan 134 Gerai KDKMP?

Sabtu, 11 April 2026 - 08:03 WIB

Skandal Gratifikasi Jual Beli Jabatan Masih Jadi Jalan Tol Kepala Daerah Menuju KPK

Berita Terbaru