LIVETV
15 Link Twibbon Hari KORPRI 2021 Pilihan Keren dan Menarik Kunjungi RS DKT Jambi, Ini yang Disampaikan Menko PMK Muhajir Makmurkan Masjid, BKPRMI Jambi Luar Kota Gelar Yasinan Bulanan Rutin Danrem 042/Gapu Dampingi Menko PMK Sambangi RS Dr. Bratanata Jambi Ulil Amri, Anggota DPRD Muaro Jambi Aktif Kunjungi Kegiatan Vaksinasi

Home / Advetorial

Kamis, 9 September 2021 - 21:17 WIB

Ketua Persit Koorcabrem 042 Ikuti Sosialisasi Revitalisasi Posyandu dalam Upaya Mencegah Stunting Bagi Keluarga TNI AD

Ketua Persit Koorcabrem 042 Ny. Dewi M. Zulkifli Ketika Mengikuti Video Conference Sosialisasi Revitalisasi Posyandu dalam Upaya Mencegah Stunting Bagi Keluarga TNI AD, Kamis (09/9/21). FOTO : PENREM

Ketua Persit Koorcabrem 042 Ny. Dewi M. Zulkifli Ketika Mengikuti Video Conference Sosialisasi Revitalisasi Posyandu dalam Upaya Mencegah Stunting Bagi Keluarga TNI AD, Kamis (09/9/21). FOTO : PENREM

JAMBI – Ketua Persit KCK Koorcab Rem 042 PD II/Sriwijaya Ny. Dewi M. Zulkifli mengikuti Video Conference Sosialisasi Revitalisasi Posyandu di Lingkungan Persit Kartika Chandra Kirana bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pusat Ibu Hetty Andika Perkasa dan Kapuskesad (Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat) Mayjen TNI dr. Budiman dari ruang rapat Makorem 042/Gapu, Kamis (09/9/21).

Sosialisasi dilaksanakan melalui Link Zoom Meeting yang diakses di seluruh jajaran Persit Kartika Chandra Kirana, dengan tema, “Sosialisasi Revitalisasi Posyandu di Lingkungan Persit Kartika Chandra Kirana Dalam Upaya Mencegah Stunting Bagi Keluarga TNI AD”.

BACA JUGA :  PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Jaluko Periode 2020-2023 Dikukuhkan

Ketua Umum Persit Ibu Hetty Andika Perkasa mengajak peserta untuk mengajarkan kepada anggota Persit. Apabila nanti mereka mengandung, harus hamil yang direncanakan.

“Berikan kasih sayang, makanan dengan gizi yang baik agar anaknya tidak stunting. Menjadi anak yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.

BACA JUGA :  Melawan Hendak Ditangkap, Tahanan Kabur Dihadiahi Timah Panas

Dalam kegiatan tersebut Mayjen TNI dr. Budiman menjelaskan sebagian orang mungkin asing dengan istilah stunting. Dikatakan stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Dampingi Menko PMK Sambangi RS Dr. Bratanata Jambi

Kekurangan gizi pada masa janin dan usia dini akan berdampak pada perkembangan otak. Rendahnya kemampuan kognitif yang akan mempengaruhi prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan dalam jangka panjang.

“Kekurangan gizi pada awal kehidupan akan menurunkan produktivitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan dimasyarakat,” tegas dr. Budiman.(PENREM)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Kapolres Tanjab Barat Pimpin Sertijab Kasat Resnarkoba

Advetorial

Bupati Safrial Hadiri Haul Syech Abdul Qodir Jailani di Ponpes Al-Baqiatush Shalihat

Advetorial

Super Meriah Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Pengabuan

Advetorial

Lapas Kuala Tungkal Fasilitasi Napi Video Call Berlebaran dengan Keluarga

Advetorial

Peringati Hari Kartini, Hj. Fadhilah Sadat Ajak Kaum Perempuan Turut Berperan Dalam Pembangunan Daerah

Advetorial

Kapolres; Kasus Curat Menduduki Urutan Pertama Sepanjang 2018 Di Tanjab Barat

Advetorial

Peringati Hari Ibu, Fachrori Tegaskan Peran Perempuan Penting Wujudkan SDGs

Advetorial

Maksimalkan Pelayanan, Menag Bagikan Lebih Awal Sovenir Perlengkapan Haji